BREAKING NEWS
 

Wacana Satu Orang Satu Akun Medsos, Mungkinkah?

Oleh Soleh: Pembatasan Akun Media Sosial Itu Perlu

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 17 September 2025 07:10 WIB
Oleh Soleh, Anggota Komisi I DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Dorongan agar satu orang mempunyai satu akun medsos terus menguat di Senayan. Tujuannya, karena ingin membatasi akun media sosial palsu (fake account). Bagaimana pandangan Anda?

Adsense

Sejak Juli lalu saya sudah menyampaikan bahwa perlu ada pembatasan terhadap penggunaan double account atau akun ganda.

Kenapa Anda begitu getol menyuarakan agar satu orang satu akun medsos?

Karena faktanya, banyak akunakun ganda itu digunakan untuk provokasi, penyebaran kebohongan, bahkan penghasutan. Jangan biarkan fake account merusak ruang digital kita. Karena itu, perlu regulasi yang mendorong pembatasan akun ganda. Negara lain, sudah menerapkan prinsip satu orang satu akun, dan mereka tetap bisa maju serta nyaman dalam menggunakan media sosial.

Baca juga : Jaga Terus Independensi, Kembalikan Marwah MA

Ada tudingan jika membatasi satu orang satu akun medsos mengekang kebebasan seseorang?

Kalaupun dianggap mengurangi kebebasan pengguna, saya berpandangan setiap akun harus jelas alamat dan identitasnya. Sehingga jika muncul persoalan hukum, bisa langsung ditelusuri dan diklarifikasi.

Apa upaya Anda agar kebijakan satu orang satu akun medsos disahkan?

Saya akan memperjuangkan agar ekosistem digital di Indonesia lebih ramah, sehat, dan bebas dari akun-akun palsu yang merugikan masyarakat agar masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang sedang berjalan.

Baca juga : Zulhas Genjot Pembangunan Lumbung Pangan Di Merauke

Bagaimana Anda melihat sikap Pemerintah khususnya Komdigi dalam mengantisipasi akun ganda tersebut?

Komdigi sebenarnya memiliki kewenangan melakukan kontrol hingga penutupan akun-akun ilegal. Namun, dalam rapat dengar pendapat, kami melihat Komdigi masih ragu-ragu. Mereka hanya berani melakukan take down pada konten judi online dan pornografi, sementara konten hoaks, fitnah, hingga ujaran kebencian masih harus menunggu izin instansi terkait. Padahal Komdigi sudah diberi kewenangan penuh untuk bertindak tegas.

Platform digital harus tunduk pada hukum Indonesia. Sebagai entitas bisnis, platform seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kalau tujuannya bisnis dan profit, maka berilah kenyamanan untuk Indonesia. REN

Baca juga : Cak Imin: Pemerintah Komit Perkuat UMKM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 17 September 2025 dengan judul "Wacana Satu Orang Satu Akun Medsos, Mungkinkah? Oleh Soleh: Pembatasan Akun Media Sosial Itu Perlu"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense