Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng Industri Otomotif, Kemenperin Olah Limbah Sawit Jadi Energi Baru
Rabu, 17 September 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pemanfaatan limbah kelapa sawit, khususnya Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), sebagai bahan baku bioethanol melalui proses ekstraksi glukosa.
Langkah strategis ini diyakini dapat mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.
“Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan sinergi lintas sektor antara Pemerintah dan dunia industri. Kami optimistis, kolaborasi menjadi salah satu kunci keberhasilan menghadirkan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurut Agus, upaya ini diwujudkan melalui kerja sama antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Kemenperin dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Baca juga : TB Simatupang Dari Macet Horor, Kini Ramai Lancar…
Kerja sama ini juga melibatkan PT Rekayasa Industri dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mitra strategis BBSPJIA dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi menambahkan, kolaborasi erat antara Pemerintah, lembaga riset dan industri seperti yang terjalin antara BBSPJIA dan Toyota, merupakan fondasi bagi inovasi hijau di Indonesia.
“Kami sangat berkomitmen mendukung pengembangan standarisasi serta layanan jasa industri. Ini dapat memacu transformasi sektor industri menjadi lebih berdaya saing, sekaligus berwawasan lingkungan,” tutur Andi.
Andi menjelaskan, BBSPJIA memiliki peran sentral sebagai lembaga teknis yang fokus mengembangkan berbagai teknologi pemanfaatan limbah agroindustri secara optimal.
Baca juga : KPK Minta Keterangan 117 Saksi, Periksa 333 Dokumen
Melalui fasilitas Pilot Plant Fraksionasi TKKS, BBSPJIA mampu mengubah limbah tersebut menjadi produk bernilai tambah, seperti bioethanol, glukosa, xylosa, lignin dan turunan lainnya.
Kepala BBSPJIA Yuni Herlina Harahap mengatakan, Pilot Plant Fraksionasi TKKS berfungsi sebagai wadah riset dan pengembangan. Fasilitas ini mendukung industri dalam upaya menghasilkan energi terbarukan dari limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Proyek percontohan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi bioenergy berkelanjutan berbasis sawit. Sekaligus membuka jalan bagi kerja sama riset lebih lanjut yang fokus pada pengembangan biomassa sebagai sumber energi ramah lingkungan.
“Ini membuka jalan bagi kerja sama riset lebih lanjut, yang fokus pada pengembangan biomassa sebagai sumber energi ramah lingkungan,” terangnya.
Baca juga : Bayern Munchen Vs Chelsea, Kokohnya FC Hollywood Diuji The Blues
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam menyatakan, pihaknya tidak hanya melihat bioethanol dari limbah sawit sebagai alternatif energi. Tetapi juga bagian dari ekonomi sirkular yang mampu mengurangi dampak lingkungan. Termasuk meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit.
“Kami sangat mengapresiasi peran dari BBSPJIA sebagai lembaga riset yang mampu menghadirkan solusi teknologi dan inovasi yang nyata. Tentunya untuk menghadapi tantangan energi masa depan,” ujarnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya