Dark/Light Mode

Pasca Uji Coba Tol Fatmawati Digratiskan

TB Simatupang Dari Macet Horor, Kini Ramai Lancar…

Rabu, 17 September 2025 06:25 WIB
Suasana di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin malam (15/9/2025). (Foto: Dede Iswadi/Rakyat Merdeka/RM.id)
Suasana di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin malam (15/9/2025). (Foto: Dede Iswadi/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Uji coba rekayasa lalu lintas dengan membuka satu lajur tol gratis melalui Gerbang Tol Fatmawati 2, efektif mengurangi kemacetan parah di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Jaksel). Sejumlah titik di kawasan itu kini ramai lancar.

Uji coba itu dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI) Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pantauan Rakyat Merdeka, dampak uji coba ini cukup terasa. Pada Senin (15/9/2025), sekitar pukul 19.30 WIB, arus lalu lintas dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) setelah flyover Fatmawati, menjadi ramai lancar. Padahal, biasanya macet parah.

Sebelum ada rekayasa lalu lintas, pada jam-jam sibuk, pengendara harus ekstra sabar. Sebab, sejak dari flyover di depan PT JGC Indonesia, kerap terjadi kemacetan horor. Jangankan mobil, motor pun sulit melewati Stasiun MRT Fatmawati di kawasan ini.

Baca juga : KPK Minta Keterangan 117 Saksi, Periksa 333 Dokumen

Senin malam itu, hingga sekitar pukul 20.00 WIB, masih terlihat sejumlah petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI yang mengatur arus lalu lintas, dan mengarahkan mobil pribadi masuk jalur kiri Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2. Sebab, jalur kanan tetap berbayar. Bukan jalur uji coba.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Kota Administrasi Jaksel Bernad Octavianus Pasaribu yang ditemui di lokasi menyebut, dampak kebijakan ini masih terus ditingkatkan, karena masih terjadi perlambatan. “Mungkin masih banyak pengendara yang belum tahu rekayasa ini,” kata Bernard.

Selain itu, perlambatan juga terjadi pada kendaraan dari arah Rumah Sakit (RS) Fatmawati yang hendak berbelok kanan. Penyebabnya, banyak taksi dan ojek online yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Meski begitu, pantauan Rakyat Merdeka, uji coba rekayasa lalu lintas ini terasa sampai Halte Transjakarta Lebak Bulus, yang belum lama ini ada proyek galian PAM Jaya dan dibangun bedeng cukup besar di tengah jalan. Sepanjang jalan yang sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan, menjadi ramai lancar.

Baca juga : Bayern Munchen Vs Chelsea, Kokohnya FC Hollywood Diuji The Blues

Uji coba ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Fatmawati, dan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kebijakan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 15-19 September 2025, pada pukul 17.00 sampai 20.00 WIB, yang merupakan jam sibuk di kawasan tersebut.

“Masyarakat dari Jalan Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus, selain menggunakan jalan eksisting, dapat juga menggunakan tambahan satu lajur paling kiri dari gerbang tol Fatmawati 2, tanpa dipungut biaya,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Syafrin Liputo, Minggu (14/9/2025).

Lajur khusus ini hanya untuk kendaraan roda empat. Tidak berlaku untuk motor dan truk. Tujuan utama dari kebijakan ini, untuk menambah kapasitas jalan di ruas Jalan RA Kartini sisi selatan (arah Lebak Bulus), dan mengurangi kepadatan lalu lintas di Simpang Fatmawati  hingga Simpang Lebak Bulus. Rekayasa ini menjadi bagian dari langkah penanganan kemacetan yang sering terjadi di titik tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung uji coba jalur gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada Senin (15/9/2025). “Jika terbukti efektif menurunkan kepadatan lalu lintas di TB Simatupang maupun Fatmawati, saya meminta Dinas Perhubungan untuk bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperpanjang kebijakan ini hingga akhir Oktober,” kata Pram.

Baca juga : Beli Sarung Tangan Ke Fans Usai Balapan, Jack Miller Kena Denda Rp 38 Juta

Menurutnya, uji coba ini sejalan dengan batas waktu percepatan pembangunan yang diberikan kepada PAM Jaya, PAL Jaya, dan Dinas Bina Marga hingga Oktober 2025. Pramono juga telah meminta PT Transjakarta dan MRT Jakarta mengatur operasionalnya, agar tidak mengganggu jalur kendaraan lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.