Sebelumnya
Apa penilaian Anda mengenai kabar PT Multistrada Arah Sarana (MAS), produsen ban Michelin di Indonesia, akan melakukan PHK?
Kami prihatin mendalam atas rencana PHK terhadap sekitar ratusan pekerja itu. Kalau pun ada aksi massa beberapa hari lalu, itu merupakan bentuk protes dan kegelisahan atas ancaman hilangnya mata pencaharian ribuan keluarga pekerja di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah meminta PT MAS melakukan dialog sebelum memutuskan PHK karyawan. Apa tanggapan Anda?
Saya menghargai inisiatif Pemerintah yang mendorong dialog tiga pihak sebagai langkah awal dalam menghadapi ancaman PHK di perusahaan ban Michelin. Model dialog tripartit, yakni antara Pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja, memang merupakan mekanisme yang tepat secara regulasi dan dapat menjadi ruang untuk mencari solusi bersama. Namun, kami menegaskan bahwa dialog harus diikuti dengan komitmen nyata dari perusahaan.
Baca juga : Netty Prasetiyani: Industri Besar Punya Tanggung Jawab Sosial
Komitmen seperti apa yang Anda maksud?
Komitmen untuk menghormati hak-hak pekerja dan tidak menjadikan PHK sebagai pilihan pertama. Pemerintah juga perlu hadir bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi sebagai pengawas dan penjamin kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan, termasuk pencegahan union busting atau tindakan diskriminatif terhadap pengurus serikat.
Apa yang harus dibahas dalam dialog tripartit?
Solusi terbaik bukan hanya membahas kompensasi PHK, tetapi mencarikan alternatif seperti pengurangan jam kerja sementara, redistribusi shift, atau pelatihan dan penempatan kembali (reskilling dan upskilling). Pekerja tidak boleh menanggung sendiri beban efisiensi perusahaan.
Baca juga : 2026, Menteri Bahlil Pastikan Lanjutkan Program Pro Rakyat
Selain itu?
Arah pembicaraan dalam dialog ini harus jelas. Misal menjaga kelangsungan usaha, tetapi juga menjamin keberlanjutan penghidupan pekerjanya.
Apa yang harus diperhatikan jika akhirnya terjadi PHK?
PHK harus menjadi langkah terakhir, bukan keputusan sepihak yang diambil tanpa dialog sosial yang terbuka dan adil. Perusahaan multinasional seperti Michelin harus mengedepankan tanggung jawab sosial dan moral. Pekerja bukan sekadar angka dalam laporan efisiensi, tetapi manusia yang telah memberi kontribusi nyata terhadap keberhasilan perusahaan. NNM
Baca juga : Jaring Aspirasi Masyarakat Untuk Perkuat Kepolisian
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 14 November 2025 dengan judul "Dua Tahun Hadapi Tekanan Berat Pasar Global, Michelin Diharapkan Tidak PHK Karyawan, Mirah Sumirat: Dialog Tripartit Bisa Untuk Cari Solusi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.