BREAKING NEWS
 

Sosialisasi Ke Masyarakat, Efektifkah PP Tunas Lindungi Anak-anak Di Ruang Digital?

Alfons Tanujaya: Medsos Banyak Beri Mudharat Buat Anak

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Kamis, 18 Desember 2025 07:15 WIB
Alfons Tanujaya, Praktisi Keamanan Siber Vaksincom. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda terkait PP Tunas dalam melindungi anak-anak Indonesia di sektor digital?

Adsense

Ini langkah yang bagus ya dan harus kita dukung. Dulu itu ada dua aliran. Aliran pertama seperti di China dengan dikontrol namun di sana terlalu ketat. Jadi mereka bisa membatasi dan berhasil. Lalu ada contoh sebaliknya adalah di negara Barat dengan memberikan kebebasan kepada anaknya bahwa anaknya sudah bisa bertanggung jawab untuk mengakses media sosial.

Sekarang ini bagaimana?

Berjalannya waktu, terlihat yang demokratis negara Barat ini justru yang keteteran. Jadi media sosial ini memang memberikan mudharat daripada manfaatnya untuk anak di bawah umur.

Baca juga : Meutya Hafid: Semoga Tahun 2026 Bisa Dilaksanakan

Kenapa seperti itu?

Ya karena anak di bawah umur itu belum memiliki kedewasaan dalam berpikir. Mereka berpikirnya masih “Gue senang sekali, gue senang sekarang, yaudah gue nikmatin.” Mereka kurang dewasa intinya.

Jadi terlihat pelan-pelan, negara yang tadinya bebas seperti Australia, Kanada, Prancis mulai merasakan dampak negatifnya. Makanya mereka mulai mengetatkan itu. Terakhir Australia melakukan itu.

Jadi Anda mendukung langkah Pemerintah Indonesia dengan PP Tunas-nya ya?

Baca juga : Airlangga Perkuat Kolaborasi Siapkan Talenta Masa Depan

Kami mendukungnya. Karena media sosial ini kalau diberikan kepada anak di bawah umur, kontennya itu tidak terkontrol. Kedua, anak juga belum disiplin. Dia maunya main medsos terus.

Di Indonesia, apa hal yang paling mengkhawatirkan medsos bagi anak-anak?

Nah, di Indonesia lebih menyeramkan lagi. Ada kasus judi online dan lainnya. Jadi dengan adanya PP Tunas itu harus didukung. Kalau tidak, anak-anak Indonesia akan rusak.

Sekarang di bawah umur sudah bisa mengakses media sosial. Kontennya pun tidak benar. Ada berantem, seksual, pornografi, radikal. Untuk itu, program PP Tunas ini harus didukung penuh.

Baca juga : Menkomdigi Perbarui Program Literasi Digital

Apakah pengawasan hanya diserahkan ke platform saja?

Sebenarnya, ini merupakan tanggung jawab bersama. Kalau urusan anak, seharusnya tanggung jawab orangtua. Tapi dalam kenyataannya, jangankan di Indonesia. Di negara maju saja mereka tidak mampu. Lihat saja di Australia, negaranya yang mengatur. Jadi memang platformnya yang membatasi.

Meskipun platformnya juga masih mencari cara. Sebab kan mereka juga mencari keuntungan dengan sebanyak mungkin orang mengakses. Sehingga mereka membuka selebar mungkin. Kalau pun ada pembatasan umur, itu hanya formalitas di platform. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 18 Desember 2025 dengan judul "Sosialisasi Ke Masyarakat, Efektifkah PP Tunas Lindungi Anak-anak Di Ruang Digital? Alfons Tanujaya:  Medsos Banyak Beri Mudharat Buat Anak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense