Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RUPSLB Hasilkan Keputusan Strategis
BRI Perkuat Tata Kelola Dan Akselerasi Kinerja
Kamis, 18 Desember 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghasilkan keputusan strategis. Bank pelat merah ini memperkuat tata kelola dan melakukan akselerasi kinerja untuk menghadapi tahun 2026.
BRI menggelar RUPSLB di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (17/12/2025). RUPSLB yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI menyetujui tiga mata acara rapat. Yakni, perubahan Anggaran Dasar (AD) Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Pada agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku.
Perubahan ini mencakup penyesuaian terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 16 Tahun 2025. Termasuk pengaturan mengenai hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.
Selain itu, Anggaran Dasar Perseroan disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Baca juga : Banjir Rob Diproyeksi Kembali Terjang Pesisir
Agenda kedua, RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B terbanyak, untuk menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya.
Pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi BRI. (Lihat boks).
Capaian BRI Solid
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, kinerja perseroan menunjukkan tren konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid.
Hery bilang, pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan berada dalam kisaran guidance tahun 2025 perseroan, dengan tetap mempertimbangkan dinamika makroekonomi global dan domestik dengan kualitas aset diperkirakan tetap berada pada level yang terkendali.
Hingga triwulan III-2025, emiten berkode saham BBRI ini mencatatkan kinerja keuangan yang terjaga. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta pengelolaan risiko yang pruden.
Baca juga : Gulat Mulai Dipertandingkan, Indonesia Nangguk 1 Emas Dan 3 Perak
Secara konsolidasian, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 2.123 triliun. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,26 persen secara tahunan (year on year).
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 1.475 triliun, tumbuh 8,25 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini sebagian besar berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan, dengan komposisi 67,7 persen. Kondisi ini mendukung efisiensi biaya dana perseroan.
Kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang berada pada level 3,1 persen, dengan NPL Coverage mencapai 183,1 persen. Hal ini mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam mengelola risiko kredit di tengah dinamika perekonomian.
Dari sisi pendanaan, struktur Dana Pihak Ketiga (DPK) diproyeksikan tetap ditopang dana murah dengan rasio Current Account and Saving Account (CASA), yang mendukung efisiensi biaya dana secara berkelanjutan. Adapun profitabilitas diperkirakan tetap terjaga seiring dengan kinerja aset yang solid.
“Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 41,23 triliun, didukung oleh capaian Return on Asset (ROA) sebesar 2,7 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17 persen,” jelas Hery.
Baca juga : Demi RI Masuk 4 Besar Ekonomi Dunia, Presiden Tindak Tegas Pejabat Yang Nakal
Tingkat permodalan perseroan juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR), baik secara konsolidasian maupun bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23 persen.
“Kondisi ini memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,” tutup Hery. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya