BREAKING NEWS
 

4.000 ASN Akan Dilibatkan Sebagai Komponen Cadangan

Syaifullah Tamliha: Banyak Negara Maju Berlakukan Aturan Ini

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 4 Februari 2026 07:15 WIB
Syaifullah Tamliha, Mantan Pimpinan Komisi I DPR RI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Anda terkait sikap pemerintah yang akan melatih 4.000 ASN sebagai Komponen Cadangan?

Adsense

Itu sudah diatur oleh undang-undang dan sudah sesuai. Sebenarnya Komcad itu semestinya sudah berlangsung dari dulu. Ini merupakan bagian dari bela negara. Apalagi ASN itu aparatur negara, jadi sangat wajar kalau mereka dilibatkan.

Sebagian pihak menilai kebijakan ini berlebihan. Apa pendapat Anda?

Saya kira tidak berlebihan. Komcad ini disiapkan untuk menghadapi situasi dan kondisi tertentu, terutama jika negara berada dalam keadaan darurat atau perang. Dengan adanya Komponen Cadangan, negara memiliki pasukan tambahan yang sudah siap dan terlatih.

Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Bisa Berbahaya Bagi Demokrasi Dan Hukum

Apakah pertahanan negara selalu identik dengan perang?

Tidak. Pertahanan negara itu luas. Bukan hanya soal perang, tapi juga bagaimana kesiapan sumber daya manusia, kedisiplinan, dan semangat bela negara. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempertahankan negara, dan Komcad adalah salah satu instrumennya.

Ada juga yang mempersoalkan jika Komcad dari ASN ini jadi dilaksanakan. Menurut Anda, tidak ada masalah?

Tidak ada masalah. Anggarannya sudah disiapkan dan dianggarkan oleh Kementerian Pertahanan. Jadi secara administrasi dan keuangan sudah jelas.

Baca juga : Gibran Rakabuming Siap Berkantor Di Mana Saja

Bagaimana jika Komcad ini sifatnya sukarela, bukan wajib?

Kalau sifatnya sukarela, biasanya program seperti ini tidak akan jalan. Tidak jadi-jadi dan akhirnya tidak terlaksana. Lagi pula ASN itu dibiayai oleh negara. Jadi wajar kalau negara juga meminta kontribusi mereka dalam konteks pertahanan.

Banyak yang membandingkan Komcad dengan wajib militer. Apakah itu tepat?

Kurang lebih memang dilihat seperti wajib militer. Banyak negara maju juga sudah memberlakukan wajib militer atau sistem cadangan. Jadi ini bukan hal yang aneh dalam konteks pertahanan negara.

Baca juga : DPR Siap Revisi UU HAM

Bagaimana dengan pola dan bentuk pelatihannya?

Tentu kita berharap pelatihan Komcad dilakukan bersama TNI, dengan standar latihan militer. Tapi harus disesuaikan juga. Dari segi fisik jelas ada perbedaan. Jangan disamakan dengan pasukan elite seperti Kopassus, kasihan nanti. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 4 Februari 2026 dengan judul "4.000 ASN Akan Dilibatkan Sebagai Komponen Cadangan, Syaifullah Tamliha: Banyak Negara Maju Berlakukan Aturan Ini"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense