BREAKING NEWS
 

4.000 ASN Akan Dilibatkan Sebagai Komponen Cadangan

Syaifullah Tamliha: Banyak Negara Maju Berlakukan Aturan Ini

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 4 Februari 2026 07:15 WIB
Syaifullah Tamliha, Mantan Pimpinan Komisi I DPR RI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dari kementerian dan lembaga di Jakarta akan dilibatkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad). Pelatihan direncanakan mulai berlangsung pada semester pertama 2026.

“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” kata Sjafrie, dikutip dari ANTARA, Senin (2/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti kegiatan retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Pertahanan) di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2026).

Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Bisa Berbahaya Bagi Demokrasi Dan Hukum

Menurut Sjafrie, pelibatan ASN dalam Komcad bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan memperkuat rasa cinta Tanah Air dalam pengabdian kepada negara. Program ini menyasar ASN berusia 18 hingga 35 tahun yang akan mengikuti pelatihan dasar militer.

Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan dasar tersebut, para ASN akan dikembalikan ke instansi dan lembaga masing-masing untuk melanjutkan tugas dan fungsi utamanya sebagai pelayan publik.

Sjafrie menjelaskan, pelatihan Komcad ASN akan dilaksanakan secara bertahap. Skema pelatihan dibagi per triwulan agar dalam satu semester pertama pemerintah sudah memiliki jumlah komponen cadangan yang memadai.

Baca juga : Gibran Rakabuming Siap Berkantor Di Mana Saja

“Kita bagi setiap triwulan sehingga nanti pada saat semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” ujar Sjafrie.

Rencana pelibatan ASN sebagai Komcad ini menjadi bagian dari kebijakan pertahanan negara yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik militer maupun nonmiliter.

Mantan pimpinan Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha mengatakan, aturan tersebut sudah diatur oleh undang-undang dan sudah sesuai. Sebenarnya Komcad itu semestinya sudah berlangsung dari dulu. Ini merupakan bagian dari bela negara.

Baca juga : DPR Siap Revisi UU HAM

Sementara itu, Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menilai kebijakan tersebut bermasalah sejak dari aspek hukum hingga dampaknya terhadap demokrasi.

Berikut petikan wawancara dengan Syaifullah Tamliha terkait rencana 4.000 ASN dilatih Komcad.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense