RM.id Rakyat Merdeka - Kabar mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan tentara negara asing kembali mencuat. Setelah sebelumnya terdapat WNI yang bergabung dengan militer Rusia dan Amerika Serikat, kini muncul informasi adanya WNI yang diduga bergabung dengan tentara Israel.
Berdasarkan informasi dari organisasi nonpemerintah Israel, Israel Hatzlacha, yang dirilis oleh Al Jazeera, tercatat lebih dari 50.000 tentara asing dari berbagai negara dan terutama negara-negara Barat dan bergabung dengan pasukan Israel. Mereka yang bergabung disebut memiliki setidaknya kewarganegaraan ganda dan memegang paspor selain Israel.
Dari data tersebut, terdapat satu WNI yang disebut ikut menjadi tentara Israel.
Baca juga : Teuku Rezasyah: Pemerintah Harus Tunjukkan Sikap Tegas
Menanggapi informasi itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl, menyatakan pihaknya belum menerima konfirmasi resmi.
“KBRI Amman belum mengetahui adanya informasi ini,” ujar Nabyl kepada CNN Indonesia, Selasa (17/2).
Ia menegaskan Kementerian Luar Negeri siap berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Baca juga : Komisi V Harapkan Transportasi Aman
“Kementerian Luar Negeri siap bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum sebagai instansi yang berwenang terkait isu kewarganegaraan, untuk memverifikasi informasi tersebut lebih lanjut dan menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Informasi ini pun memicu polemik di media sosial.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menyatakan pemerintah tidak dapat mengintervensi keinginan individu untuk menjadi tentara negara asing.
Baca juga : Program MBG Jadi Investasi Untuk Generasi Emas 2045
“Kita tidak bisa melarang. Itu hak mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah meminta pemerintah bersikap tegas dalam menegakkan aturan kewarganegaraan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan TB Hasanuddin terkait isu WNI yang bergabung dengan tentara Israel, berikut petikan wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.