Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gara-gara Bau Tak Sedap Dari Kali Krukut
Pram Undur Resmikan Taman Bendera Pusaka
Jumat, 20 Februari 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peresmian Taman Bendera Pusaka mundur dari target. Penyebabnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menghilangkan bau dari kali di dalam taman. Pantauan Rakyat Merdeka, sumber bau tidak sedap berasal dari Kali Krukut.
Taman Bendera Pusaka, bukanlah taman baru. Tapi, integrasi tiga taman yang sudah ada di kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Yakni, Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser yang diintegrasikan (dihubungkan) melalui sebuah jembatan.
Jembatan berwarna merah itu, melintas di atas Jalan Barito, Jakarta Selatan. Jembatan tersebut menghu bungkan Taman Ayodya di satu sisi Jalan Barito, dengan Taman Langsat dan Taman Leuser di sisi lain jalan ini.
Jembatan itu terletak di dekat Pasar Hewan Barito yang telah lenyap, karena digusur Pemprov DKI Jakarta.
Sejak sekitar 15 tahun lalu, jauh sebelum jembatan itu dibangun, salah seorang reporter Rakyat Merdeka sudah cukup sering berolahraga jalan santai di seputaran Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser.
Baca juga : Inter Milan Terpeleset Rumput Bodo
Dalam catatannya, yang nyaman untuk jogging, hanya Taman Ayodya. Sedangkan Taman Langsat dan Taman Leuser, bau. Bau itu bersumber dari Kali Krukut yang mengalir di Taman Langsat dan Taman Leuser.
Padahal, Taman Langsat dan Taman Leuser cukup keren, banyak pohon besarnya. Pantas disebut hutan kota. Tapi sayang, Kali Krukut yang mengalir di bawah pepohonan besar itu, bau. Karena bau itu pula, peresmian Taman Bendera Pusaka jadi molor.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, rencana peresmian Taman Bendera Pusaka mengalami sedikit kemunduran, karena adanya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi ini.
“Kenapa harus dibangun di sini? Supaya nanti airnya tidak bau, menjadi bersih,” kata Pram saat meninjau proyek Taman Bendera Pusaka, Jumat (13/2/2026).
Pembangunan IPAL ini, menurut Pramono, tidak hanya untuk menjaga kualitas air di kawasan taman, tapi juga menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir untuk wilayah sekitarnya.
Baca juga : Formula 1, Mobil Baru Ferrari Ada DNA Hamilton
“Yang sudah selesai progresnya sampai hari ini, 92 persen. Saya mengharapkan, meminta, untuk selambat-lambatnya bulan Maret (2026), taman ini bisa diresmikan,” pinta Pram.
Terkait sisa 8 persen pekerjaan, Pram menjelaskan bahwa salah satu yang belum selesai adalah pembangunan terowongan penghubung antara Taman Langsat dan Leuser yang berada di bawah Jalan Kiai Maja.
“Jadi, itu yang belum selesai dan finalisasi beberapa bagian. Tetapi saya yakin, akhir Februari ini sudah selesai,” ucap Pram.
Sebelumnya, Pram memperkirakan, proyek revitalisasi tiga taman menjadi Taman Bendera Pusaka akan diresmikan pada Februari 2026.
Pram menyampaikan perkiraan tersebut, seusai menghadiri sebuah acara di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2025).
Baca juga : Sudah Tiba di Amerika, Prabowo Bawa Misi Perdamaian-Ekonomi
Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin, Taman Bendera Pusaka dirancang dengan konsep integrasi biru dan hijau. Maksudnya, menggabungkan fungsi ruang terbuka hijau dengan pengendalian air.
“Kalau musim kering, berfungsi sebagai taman. Pada musim hujan, sampai curah hujan 150 milimeter, taman ini masih sanggup menampung banjir untuk kawasan hilir seperti Hang Lekir, Hang Jebat,” jelas Ika.
Ika pun menjelaskan, genangan air saat musim hujan, merupakan bagian dari desain kawasan tersebut. “Saat musim hujan, jangan kaget kalau ini tenggelam. Karena, didesain sebagai semi-storage waduk,” kata Ika di Taman Bendera Pusaka, Jumat (13/2/2026).
Pemprov DKI akan melakukan uji coba operasional taman, dengan menggelar acara dan mengundang sejumlah pihak, sebelum meresmikan Taman Bendera Pusaka. [DAF/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya