Sebelumnya
Terkait impor mobil pick up dari India untuk Kopdes, pandangan Anda bagaimana?
Pada prinsipnya, impor mobil pick up untuk operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan urusan negara. Mandat pengadaan tersebut diberikan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, proses pengadaan ini memang masih menuai kontroversi, terutama karena dilakukan dari India. Bahkan, pimpinan DPR RI Dasco Ahmad telah meminta agar kebijakan ini ditinjau ulang.
Pemerintah sebaiknya seperti apa menyikapi pro kontra pengadaan mobil pick up dari India ini?
Baca juga : Rycko Menoza: Ini Momentum Mendorong Daya Saing Industri Otomotif
Atas saran DPR untuk melakukan peninjauan ulang, Pemerintah sebaiknya melakukan konsolidasi ulang terhadap kebijakan impor ini. Konsolidasi tersebut harus tetap mengedepankan asas efisiensi dan efektivitas, tanpa menghilangkan substansi utama, yakni kebutuhan operasionalisasi KDKMP. Artinya, perdebatan soal impor tidak boleh mengorbankan tujuan strategis koperasi desa itu sendiri.
Terlepas dari pro kontra soal impor pick up ini, menurut Anda seberapa mendesak kebutuhan mobil pick up sebagai kendaraan operasional koperasi desa/kelurahan?
Secara substansi, pengadaan mobil untuk operasionalisasi KDKMP sangat strategis. Kendaraan ini dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan, terutama dalam distribusi pangan desa. Mobil pick up berperan mengangkut hasil pertanian ke pasar serta menghubungkan petani langsung dengan konsumen, sehingga tercipta fair price atau harga yang wajar bagi petani dan masyarakat.
Baca juga : Soal Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India, Muncul Desakan Agar Dibatalkan
Dari perspektif pemberdayaan desa, apakah pengadaan mobil pick up ini benar-benar akan meningkatkan produktivitas koperasi?
Jika dikelola dengan tepat, pengadaan mobil pick up akan meningkatkan produktivitas koperasi. Operasionalisasi KDKMP sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan logistik desa. Tanpa sarana angkut yang memadai, koperasi akan kesulitan menjalankan fungsi bisnisnya. Karena itu, kendaraan operasional menjadi instrumen penting, bukan sekadar aset, selama pemanfaatannya terintegrasi dengan kebutuhan riil koperasi. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 27 Februari 2026 dengan judul "Heboh, Polemik 105 Ribu Pick Up Impor Dari India, Bahtiar Maddatuang: Perlu Konsolidasi Ulang Pada Kebijakan Impor Ini"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.