BREAKING NEWS
 

Beras Mendekati 5 Juta Ton, Indonesia Menuju Swasembada Pangan Dan Siap Ekspor

Andi Amran Sulaiman: Kebutuhan Dalam Negeri Aman, Ekspor Jalan

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 17 Maret 2026 07:10 WIB
Andi Amran Sulaeman, Menteri Pertanian. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana pemerintah memastikan ketahanan pangan tetap aman di tengah situasi global yang tidak menentu?

Kami terus memastikan ketersediaan pangan utama, terutama produksi beras. Dalam kondisi geopolitik global yang tidak menentu, harga bahan baku bisa saja naik, termasuk pupuk. Namun kita sudah mengantisipasi. Pangan kita cukup, protein kita juga cukup. Indonesia aman.

Bagaimana tanggapan Anda soal ekspor beras Indonesia?

Doakan saja. Ekspor beras ke Arab Saudi ini menjadi berkah karena diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia. Targetnya sekitar 20.000 sampai 50.000 ton. Yang menarik, stok beras kita hari ini sekitar 3,7 juta ton dan kemungkinan dua bulan ke depan bisa mencapai 5 sampai 6 juta ton. Artinya, stok kita sangat kuat. Bahkan gudang kita agak kesulitan menampung karena kapasitasnya hanya sekitar 3 juta ton.

Baca juga : DPR: Stop Pembuangan Terbuka

Apakah stok 5 hingga 6 juta ton itu bisa tercapai tahun ini?

Mudah-mudahan tercapai tahun ini. Yang jelas beras kita siap kapan saja dibutuhkan. Produksi terus berjalan dan serapan dari panen raya juga masuk. Kalau stok sudah sebesar itu, berarti Indonesia sudah sangat siap dari sisi ketersediaan pangan pokok.

Selain Arab Saudi, apakah ada negara lain yang menjadi target ekspor beras?

Ada beberapa negara lain yang menjadi target ke depan. Saat ini kita terus mengawal dan memonitor proses ekspor yang berjalan. Yang jelas Pemerintah memastikan bahwa setiap ekspor yang dilakukan tetap aman untuk kebutuhan dalam negeri dan kita kawal sampai berasnya tiba di negara tujuan.

Baca juga : Posko Konsultasi Keluarga Disiapkan Di Jalur Mudik

Bagaimana kondisi stok beras nasional menjelang Lebaran?

Stok kita saat ini sekitar 3,7 juta ton. Ini yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia berdiri, khususnya pada bulan Maret. Perkiraan kami, pertengahan Maret sudah mendekati 4 juta ton dan paling lambat awal April bisa mencapai 5 juta ton. Ini capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan patut kita syukuri.

Jadi dipastikan tak akan ada lonjakan harga untuk beras?

Insyaallah aman. Dan Alhamdulillah, dulu ingat, beras dulu penyumbang nomor satu untuk inflasi. Sekarang, tidak. Tidak ada lagi. Dia tidak masuk dalam (penyumbang inflasi). Yang menyumbang dikit kemarin itu adalah minyak goreng, ayam ras, dan cabai, tapi cabai sudah turun. Nah, ini kita monitor yang tiga komoditas ini supaya tidak boleh lewat HET. Tidak boleh lagi kompromi-kompromi. 

Baca juga : KPK: Jelang Lebaran Penindakan Tetap Jalan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 17 Maret 2026 dengan judul "Beras Mendekati 5 Juta Ton, Indonesia Menuju Swasembada Pangan Dan Siap Ekspor, Andi Amran Sulaiman: Kebutuhan Dalam Negeri Aman, Ekspor Jalan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense