Dark/Light Mode

Bertemu CEO INPEX Corporation Di Jepang

Bahlil Minta Proyek Masela Dipercepat

Selasa, 17 Maret 2026 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Ryosei Akazawa usai menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) sektor mineral kritis dan energi nuklir di Tokyo, Jepang, . Minggu (15/3/2026). Foto: Dok. Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Ryosei Akazawa usai menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) sektor mineral kritis dan energi nuklir di Tokyo, Jepang, . Minggu (15/3/2026). Foto: Dok. Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan proyek gas raksasa Abadi Masela di Laut Arafura kembali bergerak setelah lama tertunda.

Dalam pertemuan dengan Chief Executive Officer (CEO) INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan agar proyek tersebut segera masuk tahap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan proyek yang nilainya mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 339 triliun (kurs Rp 16.900 per dolar AS).

Proyek Masela memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur, sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Minggu (15/3/2026).

Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen.

Baca juga : Jakarta Lengang, Liburan & Belanja Senang, Cuan Datang

Melihat kemajuan tersebut, Bahlil menegaskan keinginannya agar proyek Abadi Masela dapat memajukan tahap Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal II 2026 atau selambatnya kuartal III 2026. Tahap ini diharapkan berjalan paralel dengan proses tender Engineering Procurement Construction (EPC).

“Kami berkeinginan ini bisa cepat, jangan ulur-ulur lagi. Ini sudah mangkrak 27 tahun, masak kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi, saya harap tahun ini kita bisa lakukan tender EPC,” ujar Bahlil dalam pertemuan itu.

Untuk mempercepat proses tersebut, Bahlil menawarkan produksi Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 juta ton per tahun (Million Tonnes Per Annum atau MTPA) dapat dibeli oleh Danantara apabila hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius. Termasuk untuk kebutuhan hilirisasi di dalam negeri.

“Saya menghargai buyer luar negeri. Tapi sekarang negara Indonesia harus hadir untuk bersama-sama dengan INPEX untuk memastikan operasional berjalan. Jadi kami saja yang membeli,” ucap Bahlil.

Menanggapi hal itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmennya mempercepat realisasi proyek tersebut.

Baca juga : Sobat Lazio Selamatkan Inter Milan

“Terima kasih banyak Pak Menteri untuk kemurahan hati dan komitmennya mendukung proyek ini. Ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami jajaran INPEX memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Lapangan Abadi ini. Saya juga sudah 12 tahun mengerjakannya,” ujar Ueda.

Menurutnya, INPEX memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Lapangan Abadi tersebut.

“Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini,” ujar Ueda.

Dari sisi administratif, proyek ini juga menunjukkan kemajuan setelah sejumlah perizinan strategis diselesaikan pada awal 2026. Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, setelah sebelumnya pelepasan kawasan hutan disetujui Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.

Dukungan lintas kementerian tersebut menunjukkan sinergi Pemerintah mengawal investasi besar ini agar tetap berjalan sesuai rencana.

Baca juga : Verstappen: Seperti Main Mario Kart

Menutup agenda pertemuan di Jepang, Bahlil kembali mengingatkan INPEX konsisten memenuhi target milestone yang telah disepakati.

Dengan percepatan birokrasi dan komitmen investasi yang besar, Pemerintah optimistis pembangunan hub energi hijau di Laut Arafura dapat segera terwujud. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 17 Maret 2026 dengan judul "Bertemu CEO INPEX Corporation Di Jepang Bahlil Minta Proyek Masela Dipercepat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.