BREAKING NEWS
 

Beras Mendekati 5 Juta Ton, Indonesia Menuju Swasembada Pangan Dan Siap Ekspor

Abdullah Puteh: Menteri Sangat Paham Teknik Dan Bisnis Pertanian

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 17 Maret 2026 07:15 WIB
Abdullah Puteh, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia berada di jalur kuat menuju swasembada beras. Bahkan, pemerintah mulai membuka keran ekspor beras, setelah stok nasional melonjak signifikan.

Menurut Amran, cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. Capaian tersebut bahkan menjadi yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.

"Dan tanpa impor, kemudian gudangnya ini hanya 3 juta ton. Kapasitasnya, tetapi sekarang sudah 3,6 juta ton. Artinya meluberkan, nah kami minta tambah sewa gudang. Kita harus sewa gudang 2 juta untuk mengantisipasi beras yang masuk," ujar Amran.

Baca juga : Andi Amran Sulaeman: Kebutuhan Dalam Negeri Aman, Ekspor Jalan

Menurut Amran, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah memasuki fase swasembada beras sekaligus membuka peluang ekspor ke sejumlah negara. Selain beras, komoditas protein seperti ayam dan telur juga disebut sudah swasembada bahkan mulai memperkuat pasar ekspor.

"Ekspor ini akan menambah devisa kita, menciptakan lapangan kerja, menambah nilai tambah dari produk yang kita produksi. Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain," tambah Amran.

Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI), Abdullah Puteh, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Mentan Andi Amran Sulaiman dalam mengelola sektor pertanian nasional. Menurutnya, stok beras nasional yang bakal tembus hingga 5 juta ton bahkan kini telah ekspor tidak lepas dari kepiawaian Menteri Amran mengawal sektor pertanian.

Baca juga : DPR: Stop Pembuangan Terbuka

"Beliau luar biasa. Kalau kita lihat beliau, dia itu tahu betul teknik pertanian kemudian dia juga tahu bisnis pertanian. Nah, sehingga dengan dua hal ini dari hulu ke hilir jadinya. Kalau seperti ini, insya Allah berhasil, kita doakan," kata Abdullah Puteh, kepada Rakyat Merdeka usai audiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Gedung Kementan, Kamis (12/3/2026).

Menurut Abdullah Puteh, Menteri Amran memiliki pemahaman yang kuat terhadap sektor pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari aspek teknis budidaya hingga bisnis pertanian. Ia optimistis dengan kepemimpinan Andi Amran, ketahanan pangan nasional dapat terjaga dengan baik.

Abdullah Puteh juga memaparkan rencana program Food Estate Regional atau yang disebut sebagai Desa Asta Cita yang akan dijalankan KAHMI untuk memperkuat sektor pertanian di daerah.

Baca juga : Posko Konsultasi Keluarga Disiapkan Di Jalur Mudik

Dia berharap dengan dukungan Kementan, program padat karya dari KAHMI ini dapat menjadi pilot project bagi petani di lapangan khususnya di desa-desa untuk menanam tanaman-tanaman yang memiliki nilai jual yang tinggi.

"Saya lihat Pak Menteri siap membantu, Alhamdulillah, kami akan menerapkan di seluruh provinsi nanti. Sementara ini ada di 7 provinsi yaitu di Banten, di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Aceh, dan satu lagi di Kalimantan Timur, nah Pak Menteri akan bantu bibit yang kita butuhkan sesuai dengan program kementerian yang ada," tambahnya.

Adsense

Untuk mengupas hal tersebut, berikut wawancara dengan Abdullah Puteh di bawah ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense