BREAKING NEWS
 

Hantavirus Mengancam, Apa Saja Yang Mesti Kita Lakukan?

Aji Muhawarman: Nakes Dan RS Rujukan Sudah Kami Siapkan

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Senin, 11 Mei 2026 07:15 WIB
Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi Dan Informasi Publik Kemenkes. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran Hantavirus di sejumlah negara tengah menjadi perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Kewaspadaan meningkat, karena kasus penyebarannya telah terdeteksi di negara tetangga, Singapura.

Dua warga negara Singapura yang merupakan penumpang kapal pesiar MV Hondius, tempat terjadinya wabah hantavirus, kini menjalani karantina di negaranya. Keduanya diisolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular Singapura.

Salah satu dari mereka dilaporkan mengalami pilek, yang merupakan salah satu gejala infeksi hantavirus. Sementara satu orang lainnya tidak menunjukkan gejala apa pun.

Baca juga : Masdalina Pane: Segera Investigasi Pada Kasus Positif

Kedua warga Singapura tersebut diketahui meninggalkan kapal MV Hondius saat kapal singgah di Pulau Saint Helena, wilayah di selatan Samudra Atlantik. Mereka tiba di Singapura masing-masing pada 2 Mei dan 6 Mei 2026.

Di Indonesia, sudah ada 23 kasus hantavirus tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang terkonfirmasi sejak 2024 hingga minggu ke-16 di 2026. Gejala HFRS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, hingga ikterik/jaundice atau kondisi tubuh menguning. Penyakit ini memiliki masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu.

Melihat kondisi ini, epidemiolog Masdalina Pane mengingatkan Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk memperkuat surveilans terhadap kasus suspek dengan gejala sindrom berat, melakukan isolasi dini, serta pemantauan kontak erat.

Baca juga : DPR Minta Evaluasi Batas 30% Belanja Pegawai Di Daerah

“Kemenkes juga perlu melakukan investigasi terhadap kasus positif, terutama yang berasal dari daerah terjangkit atau memiliki kontak dengan pendatang dari wilayah terdampak,” ujar Masdalina.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, Pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi agar virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. “Pengawasan tetap dilakukan di bandara, namun tidak ada pembatasan ataupun pelarangan keluar-masuk negara,” ujarnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut wawancara bersama Aji Muhawarman terkait penyebaran Hantavirus yang saat ini menjadi perhatian publik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense