BREAKING NEWS
 

Survei Kepercayaan Publik Ke Polri Tembus 82,4 Persen

Bambang Rukminto: Hasil Survei Harus Dibaca Dengan Indikator Lainnya

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 1 Juli 2026 07:15 WIB
Bambang Rukminto, Pengamat Kepolisian Dari ISESS. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan kepercayaan publik kepada Polri tembus 82,4 persen?

Survei Litbang Kompas patut diapresiasi karena menggunakan metodologi yang kredibel. Namun, hasil ini sebaiknya dipahami sebagai potret persepsi publik pada satu periode, bukan ukuran tunggal kualitas institusi Polri.

Adsense

Mengapa seperti itu?

Citra positif tidak selalu identik dengan meningkatnya profesionalisme, akuntabilitas, atau kualitas penegakan hukum. Karena itu, hasil survei tetap perlu dibaca bersama indikator lain, seperti penanganan perkara, pelanggaran etik, dan tingkat kepercayaan terhadap proses hukum.

Apakah peningkatan citra Polri sejalan dengan adanya Komisi Percepatan Reformasi Polri?

Baca juga : Rudianto Lallo: Momen Perkuat Reformasi Dan Kualitas Pelayanan

Belum bisa disimpulkan demikian. Survei ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri dan naiknya citra Polri.

Lantas, menurut Anda apa yang membuat citra Polri mengalami kenaikan?

Pengaruhnya mungkin ada sebagai sinyal komitmen reformasi. Jika melihat survei yang sama pada periode September 2025, indeks kepercayaan publik terhadap Polri sempat jatuh hingga di bawah 50 persen. Di sisi lain, efektivitas komisi baru dapat dinilai apabila menghasilkan perubahan nyata dalam tata kelola, pengawasan, transparansi, dan profesionalisme Polri.

Menurut Anda, apakah hal itu sudah terealisasi di tubuh Polri?

Hal itu belum tampak secara langsung dan masih dapat berubah secara fluktuatif sesuai dinamika sosial politik yang terjadi.

Baca juga : RUU Kawasan Industri Ciptakan Lapangan Kerja

Menurut Anda, di lapangan sendiri apakah pelayanan yang diberikan kepolisian sudah sejalan dengan hasil citra dalam survei ini?

Perbaikannya memang mulai dirasakan, terutama pada layanan administrasi dan digital, seperti pelaksanaan hot line 110 dan lain-lain. Namun, kualitas pelayanan masih belum merata.

Mengapa seperti itu?

Karena sangat bergantung pada kepemimpinan, budaya organisasi, dan integritas personel di masing-masing wilayah yang berbeda secara geografis, sosial, maupun kultural di seluruh Indonesia. Apalagi jika melihat statistik kriminal 2024-2025 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), hanya 20,28 persen korban kejahatan yang melaporkan kasusnya kepada kepolisian.

Artinya apa?

Baca juga : Wapres Titip Pesan Jaga Persatuan Dan Kerukunan

Menurut saya, responden yang diambil dalam survei tersebut juga patut dibedakan antara masyarakat umum dan masyarakat yang pernah berhubungan langsung dengan layanan kepolisian, terutama terkait penegakan hukum.

Jadi, kenaikan citra merupakan sinyal positif. Namun, reformasi Polri pada akhirnya harus diukur dari pengalaman nyata masyarakat dalam memperoleh pelayanan dan keadilan, bukan hanya dari hasil survei persepsi publik. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 1 Juli 2026 dengan judul "Survei Kepercayaan Publik Ke Polri Tembus 82,4 Persen, Bambang Rukminto: Hasil Survei Harus Dibaca Dengan Indikator Lainnya"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense