Dark/Light Mode

Jangan Biarkan Lubang Maut Renggut Nyawa Lagi

Audit Total Proyek Galian Di Jakarta!

Rabu, 1 Juli 2026 06:25 WIB
Tempat Kejadian Perkara (TKP) seorang balita yang meninggal dunia setelah jatuh ke lubang proyek galian di Jalan Manggarai Utara II, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)
Tempat Kejadian Perkara (TKP) seorang balita yang meninggal dunia setelah jatuh ke lubang proyek galian di Jalan Manggarai Utara II, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta prihatin dengan tragedi balita berusia empat tahun meninggal akibat terjatuh ke dalam lubang galian proyek di Manggarai, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta segera mengaudit semua proyek galian untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Ade Suherman. Menurutnya, audit menyeluruh terhadap seluruh proyek galian dibutuhkan guna memastikan seluruh standar keselamatan diterapkan secara konsisten, demi mencegah kejadian serupa. 

“Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ananda. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Tragedi ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” katan Ade, Selasa (30/6/2026). 

Menurut Ade, pembangunan infrastruktur memang menjadi kebutuhan penting dalam mendukung kemajuan Jakarta. Namun, dia menegaskan, target penyelesaian proyek, tidak boleh mengesampingkan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. 

“Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan target penyelesaian proyek. Setiap pekerjaan konstruksi, wajib memenuhi standar pengamanan yang ketat, agar tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan,” ingat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. 

Baca juga : RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul

Menurutnya, audit tersebut harus mencakup pemeriksaan terhadap kelengkapan fasilitas keselamatan, kepatuhan kontraktor dalam menjalankan prosedur kerja, hingga efektivitas pengawasan di lapangan. 

“Apabila ditemukan kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan aturan menjadi penting, agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya. 

Ade menekankan, audit sebaik nya tidak hanya berfokus pada lokasi terjadinya kecelakaan di Manggarai. Tetapi diperluas ke seluruh proyek galian milik Pemprov DKI, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI, maupun utilitas yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. 

“Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Pembangunan harus berjalan, tapi keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas. Jangan sampai baru bergerak setelah terjadi musibah. Pengawasan yang ketat adalah bagian dari tanggung jawab Pemprov DKI dalam melindungi setiap warganya,” ingat Ade. 

Ade mengaku akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut, sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek konstruksi. 

Baca juga : Belgia Vs Senegal, Panas Sejak Peluit Awal

Ia berharap, tragedi di Manggarai menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan, sehingga pembangunan di Jakarta dapat berjalan tanpa korban. 

“Semoga tragedi ini menjadi titik balik untuk memperkuat budaya keselamatan dalam setiap pembangunan di Jakarta. Tidak ada pembangunan yang layak dibanggakan, apabila harus dibayar dengan hilangnya nyawa masyarakat,” tutup Anggota Komisi B DPRD DKI ini. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI Jakarta mempersilakan keluarga balita berinisial I (4 tahun) yang meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi, untuk menempuh jalur hukum apabila menghendakinya. 

Pram menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menghalangi apabila keluarga korban memutuskan untuk membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hak keluarga. 

“Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan, karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” kata mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini. 

Baca juga : Narsis Dan Korup, Trump Nggak Mampu Pimpin AS

Atas kejadian tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pram mengatakan, dirinya langsung memberikan instruksi pada malam kejadian, agar seluruh kebutuhan keluarga korban mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov DKI. 

“Termasuk penanganan berbagai keperluan yang timbul akibat musibah tersebut,” tutur mantan Wakil Ketua DPR ini. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.