Sebelumnya
Ada tudingan jika AHY bakal menjadi pesaing di Pilpres mendatang. Apa tanggapan Anda?
Terlalu jauh dan overestimate-lah itu. Ya, terlalu jauh berasumsi dan overestimate.
Kalau mencermati pidato Ketum itu, kan, bagaimana Ketum mengajak seluruh kader untuk menyukseskan program-program strategis Presiden Prabowo.
Yang kedua, tentu mengulas tema ulang tahun Partai Demokrat ke-25, yaitu memajukan ekonomi.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: AHY Beri Sinyal Siap Jadi Pesaing Di Pilpres
Apa yang dimaksud dengan memajukan ekonomi?
Kemudian menegakkan keadilan. Dan yang ketiga adalah menjaga demokrasi.
Menjaga demokrasi itu apa?
Ya, itu sudah dijabarkan oleh Ketum dalam pidatonya. Saya kira konsepsi ini umum, dan tidak ada hubungannya dengan Pilpres.
Baca juga : Komisi IV Bentuk Panja Lobster
Karena kami juga belum membahas itu, dan justru fokus kami adalah bagaimana menyukseskan program-program Presiden Prabowo.
Nah, pernyataan AHY yang digarisbawahi oleh Ahmad Doli adalah soal kekuasaan yang tidak absolut, misalnya?
Ya, memang tidak absolut dengan sistem demokrasi di Indonesia. Memang tidak absolut. Kita berpegang kepada konstitusi saja.
Ya, itu pernyataan yang sangat realistis, dan saya kira konsepsi demokrasi di Indonesia memang seperti itu, sesuai dengan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.
Baca juga : Targetkan Tembus Olimpiade, Sugiono Gantikan Prabowo Pimpin PB Pencak Silat
Jadi, tidak ada. Kalau ada persepsi-persepsi yang berasumsi seperti itu, menurut saya terlalu jauh.
Apalagi dalam pernyataan Bang Doli itu, nanti ada potensinya untuk ada geng Solo, ada geng Cikeas?
Ya, tidak ada ke sana. Tidak ada. Justru kalau melihat apa yang disampaikan Ketum, beliau mengajak semua potensi bangsa bersatu. Dalam sebuah proses demokrasi, kan, yang menang tidak terbang, yang kalah juga mengakui yang menang. Itu konsep-konsep biasa saja dalam proses demokrasi. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 8 September 2026 dengan judul "Pidato AHY Soal Kekuasaan Ada Batasnya Jadi Perdebatan Herman Khaeron: Terlalu Jauh Dan Overestimate Itu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.