Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda terhadap wacana penambahan jumlah kursi di DPR dalam revisi UU Pemilu?
Penambahan jumlah kursi DPR tidak memiliki korelasi yang jelas dengan peningkatan kinerja DPR. Seharusnya, sebagai wakil rakyat, jumlah anggota dewan tidak serta-merta dikaitkan dengan representasi rakyat. Berapa pun jumlah anggota DPR, setelah pemilu selesai, partai politiklah yang tetap memegang kendali. Karena itu, penambahan jumlah kursi tidak serta-merta menjamin keterwakilan rakyat yang lebih baik.
Apakah penambahan jumlah kursi ini hanya untuk kepentingan partai politik?
Partai politik ingin memastikan adanya tambahan jumlah kursi di DPR. Jika alasannya demi representasi rakyat, menurut saya, hal itu tidak sesuai dengan praktik yang terjadi.
Baca juga : Kaka Suminta: Nggak Masalah, Selama Ada Kajian Mendalam
Mereka hanya ingin menambah jumlah kursi di tengah ketatnya persaingan untuk mendapatkan suara dalam pemilu. Penambahan kursi ini membuka peluang bagi partai politik untuk memperoleh tambahan kursi di DPR.
Berarti Anda menolak penambahan jumlah kursi DPR?
Saya sangat menolak. Jika perlu, jumlah kursi DPR yang ada saat ini, yakni 580 kursi, sudah terlalu besar. Semakin banyak anggota dewan, dikhawatirkan semakin rendah pula produktivitasnya.
Selama partai politik masih menjadi pihak yang mengendalikan anggota DPR, penambahan jumlah kursi tidak akan serta-merta menyelesaikan persoalan keterwakilan rakyat maupun meningkatkan kinerja parlemen.
Baca juga : Ada Usul, Kursi Anggota DPR Ditambah 11
Apakah menurut Anda penambahan jumlah kursi DPR akan menyebabkan pemborosan APBN?
Penambahan kursi berarti penambahan anggaran. Hal ini berpotensi menimbulkan pemborosan yang luar biasa, sementara tidak ada dampak positif yang jelas bagi rakyat.
Langkah apa yang akan Anda lakukan ke depan untuk mengawal persoalan ini?
Kami harus memastikan advokasi terus dilakukan dan ikut terlibat dalam pembahasan. Kita perlu mencermati perhitungan yang digunakan agar tidak dimanipulasi dengan jargon yang digunakan demi kepentingan kekuasaan.
Baca juga : Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judol, KSAD Geram
Kami juga harus terlibat dalam mengkaji dan menghitung dampak penambahan kursi ini sehingga hasil kajian tersebut bisa didengar oleh DPR. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 12 Oktober 2026 dengan judul "Wacana Penambahan 11 Kursi Anggota DPR Menuai Polemik, Lucius Karus: Tidak Ada Korelasinya Dengan Tingkat Kinerja"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.