BREAKING NEWS
 

Apakah Benar Robotika dan AI Bisa Menggantikan Tenaga Professional?

Writer : Rahadian Yusuf Wibisono
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 7 Mei 2024 12:26 WIB
Salah satu contoh gambar yang dihasilkan Artificial Intelligence (Foto: Istimewa)

Pada zaman yang semakin canggih ini, telah banyak sekali perbincangan mengenai Robotika dan AI (Artificial Intelligence) yang memiliki kecerdasan yang hampir setara dengan manusia. Kecerdasan mereka semakin lama semakin mutakhir dan meningkat, ditambah lagi, kegunaan AI ini menjadi semakin multifungsi, dimulai dari mampunya kecerdasan buatan ini mulai ‘bergabung’ ke dalam aktivitas manusia. Bahkan, banyak beberapa perusahaan besar mulai menganggap bahwasanya keberadaan AI dianggap sebagai terobosan di mana mereka memiliki efisiensi waktu, tenaga, dan pengeluaran yang jauh lebih efisien dari penggunaan teknologi biasa. 

Artificial Intelligence dan robot bahkan saat ini bisa melakukan apa saja yang dapat diperintahkan oleh manusia, antara lain membuat sebuah lukisan berdasarkan prompt atau konsep yang diinginkan, yang kemudian akan di-generate oleh AI tersebut ke dalam sebuah lukisan hanya dalam hitungan detik saja. Tentu saja, hal ini menjadi terobosan baru yang sangat efisien bagi kegiatan manusia. Namun di sisi lain, penggunaan kecerdasan buatan dan robotisasi dalam kegiatan industri dan tenaga professional juga akan membawa dampak yang sangat merugikan, diataranya: 

  1. Potensi hilangnya pekerjaan manusia oleh robot;

Saat ini, potensi kehilangan pekerjaan ini sudah cukup mulai terlihat. Salah satu dampak robotisasi yang mulai terlihat jelas ialah mulai bergesernya seniman dan pelukis dengan image generated by AI yang bertebaran di sosial media. Hal ini tentu saja menjadi sangat mengkhawatirkan, dibuktikan dengan beberapa gerakan serta tren yang mana bergerak untuk memboikot produk karya artificial intelligence, serta memberikan opini pedas bahwasanya sebuah gambar ataupun lukisan hasil karya AI bukanlah suatu bentuk karya seni. #TolakGambarAI #BoycottAI merupakan salah satu hastags yang sering diangkat oleh para seniman untuk mengedukasi masyarakat mengenai pelanggaran hak cipta yang ada pada image generated AI tersebut.

  1. Ketergantungan pada media digital dan kecerdasan buatan;

Penggunaan AI, serta robot yang dianggap sangat memudahkan, pada akhirnya akan menciptakan sebuah rasa ketergantungan terhadap robot, mesin, dan kecerdasan buatan. Hal ini kemudian akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan kreativitas manusia.

  1. Berkurangnya tingkat kreativitas manusia dan digantikan oleh robot;

  2. Potensi peningkatan pengangguran akibat adanya robot;

  3. Potensi pelanggaran hak cipta.

Salah satu contoh yang bisa diambil ialah, AI Generated Images, yang bahwasanya perlu diketahui gambar hasil dari kecerdasan buatan adalah gabungan dari beberapa gambar dengan hak cipta di dalamnya. Tentu saja, gambar ini kemudian diambil, dan digabung oleh kecerdasan buatan menjadi satu kesatuan, yang mana dengan adanya gambar hasil buatan kecerdasan buatan ini sangat merugikan para seniman baik secara karya maupun royalti. Hasil kerja keras seniman kemudian diganti dan dicuri begitu saja dengan mudah oleh orang lain, dan dapat diklaim hak cipta dari AI tersebut dengan mudahnya.

Selain itu, terdapat beberapa lapangan pekerjaan yang berpotensi untuk digantikan oleh robot dan artificial intelligence. Antara lain : 

  1. Seniman 

Seperti yang telah disebutkan di atas, seniman adalah salah satu dari beberapa pekerjaan yang memiliki potensi besar untuk digantikan oleh kecerdasan buatan. 

  1. Perakitan dan Pekerja Pabrik

Melansir Computerhope, hampir seluruh pekerjaan manufaktur besar menggunakan robot untuk membuat jutaan produk. Bahkan komputer telah bertugas merakit mobil dan produk lain. Sejumlah robot seperti Baxter dan Sawyer dari Rethink Robotics bisa diprogram oleh siapapun. Pekerjaan ini juga tak memerlukan lagi teknisi terampil memprogram robot.

  1. Teller dan Pegawai bank

Di masa depan atau mungkin sudah terjadi saat ini, banyak orang tidak pergi ke bank untuk melakukan aktivitas seperti penyimpanan uang. Transaksi dapat dilakukan dengan mudahnya melalui aplikasi m-banking yang mempermudah segala transaksi. Terlebih lagi, telah dikembangkan transaksi keuangan berupa pengembangan Bitcoin membuat transaksi bisa dilakukan dari perangkat sendiri tanpa perlu lagi datang ke bank. Ini juga membuat pekerjaan seperti teller dan pegawai bank berpotensi pula akan tergantikan dengan mudahnya oleh robot.

  1. Petugas Pengepakan, Ruang Penyimpanan dan Gudang

Robot akan bertugas dalam pengepakan atau memindahkan barang. Amazon salah satu perusahaan yang mengalihkan pekerjaan itu dari tangan manusia. Dikarenakan pengepakan barang yang cenderung efisien, mudah, cepat dan lebih rapi dari pekerjaan manusia.

  1. Apoteker

Saat ini banyak apotek yang mengganti apotekernya dengan robot. Pekerjaan yang dilakukan robot ini adalah memisahkan dan menangani resep pelanggannya. Penggunaan robot juga dinilai menguntungkan karena robot hanya membutuhkan ruang kecil untuk bekerja menggunakan lengannya. Selain itu mesin akan mencegah kesalahan saat bekerja.

  1. Pengumpul Informasi, Analis dan Peneliti

Telah terdapat beberapa uji coba untuk mengembangkan kecerdasan buatan pada bidang pendidikan. Salah satu tandanya adalah terdapatnya fitur ChatGPT, Bing AI  yang dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan mudah, serta melakukan apapun berupa melakukan pencarian, riset, dan analisis dengan mudah dan cepat hanya dalam hitungan detik saja, tanpa harus melakukan peninjauan ulang terlebih dahulu. Bahkan, kasus penggunaan AI ini telah tersebar pula di dalam beberapa jurnal Internasional ternama, seperti Elsevier.

  1. Bartender

Beberapa perusahaan telah mulai menggunakan sistem menggantikan bartender untuk menyajikan minuman. Seperti yang dilakukan oleh layanan Briggo yang menggantikan barista dengan robot untuk membuat minuman populer dan belajar membuat minuman baru.

Oleh karena itu, di masa depan persaingan pekerjaan akan  semakin ketat, dikarenakan tidak hanya bersaing dengan manusia saja, melainkan juga bersaing dengan teknologi. Sehingga, di dalam dunia dengan perkembangan yang sangat pesat ini, diperlukan sebuah keahlian khusus yang mana dapat mempersiapkan kita untuk menghadapi robotisasi di masa depan.

Referensi:

Informatika, “Apakah Manusia Akan Digantikan Robot?,” Jurusan Informatika - Fakultas Teknologi Industri - Universitas Islam Indonesia (blog), 2 Oktober 2023, https://informatics.uii.ac.id/2023/10/02/apakah-manusia-akan-digantikan-robot/.

Monica Wareza, “Sederet Profesi Ini Bisa Diganti Robot, Ada Pekerjaan Kamu?,” CNBC Indonesia, diakses 5 Mei 2024 https://www.cnbcindonesia.com/tech/20211127074122-37-294836/sederet-profesi-ini-bisa-diganti-robot-ada-pekerjaan-kamu.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense