Nanopartikel sebuah unit yang sangat halus dengan dimensi ukuran sebesar nanometer atau dapat dihitung dalam meter sebesar 10^-9 meter. Nanopartikel juga ada di alam dan juga tercipta akibat dari hasil aktivitas manusia. Hal yang sangat menarik pada teknologi nanopartikel yaitu kasus organik nanopartikel dapat memiliki keunggulan yang berbeda dengan obat-obat kebanyakan yang dapat dari farmasi maupun biologi, dan untuk anorganik nanopartikel berbagai fungsi responsif terhadap rangsangan yang dimungkinkan berdasarkan kumpulan koloid tertentu.
Nanopartikel dalam sistem penghantar obat kebanyakan diperuntukan sebagai salah satu alternatif untuk mempertahankan keefektifan dari sebuah inovasi obat baru yang sangat kuat dan kompleks. Therapeutik dan diagnosis dari nanoparikel dapat terbagi menjadi dua yaitu anorganik nanopartikel dan organik nanopartikel. Anorganik nanopartikel sudah sukses dikembangkan di dalam dunia medis termasuk dalam penggambaran intraoperatif sentinel getah bening dan ablasi termal dari tumor dan sudah disetujui untuk pengaplikasian dan pengobatan anemia.
Pada organik nanopartikel, sudah banyak meraih kesuksesan dalam dunia medis dan sudah banyak dikembangkan dari vaksinasi, homeostasis, penghantaran depo yang dapat bertahan lama, hingga menjadi agen topikal untuk pengiriman sistemik melalui kulit. Organik nanopartikel dapat dibagi menjadi dua yaitu nanopartikel untuk terapi aplikasi gen dan nanopartikel untuk pengirim obat pada molekul kecil yang berguna untuk pengobatan kanker.
Nanopartikel sedang di lakukan percobaan dan investigasi mengenai penggunaan dan aplikasi yang dapat digunakan untuk bisa lebih berguna dalam kehidupan manusia. Mayoritas dari percobaan dan eksperimen yang dilakukan berbasis liposom, sebagai contoh adalah dalam system ini dalam uji klinis saat ini termasuk SGT-53 yang telah melakukan restorasi dari fungsi gen penekan sel di manusia yaitu p53 dengan mengirimkan plasmid yang mengandung rangkaian dari rangkaian tipe p53 yang diduga sebagai penyebab dari tumor dan sering terlihat pada berbagai macam kanker. Dengan hal tersebut dapat mengembalikan fungsi dari jaringan tersebut dan diharapkan dapat menyembuhkan banyak pasien penyandang kanker.
Gambar 1 Transfer reseptor dari liposom nanopartikel mengirim p53 supaya memulihkan fungsi p53. Data menunjukkan peningkatan kehadiran p53 pada tumor pasien (perbandingan dengan negatif kontrol kulit pasien biopsy yang sama) setelah terapi yang ditargetkan
Maka dari itu nanopartikel adalah sebuah alternatif yang sangat menarik dan sangat efektif dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan adanya nanopartikel dalam dunia medis dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit yang ada dengan efektif karena nanopartikel dapat dikontrol untuk mengobati sebuah hal atau pun sebuah penyakit dengan lebih tepat sasaran. Walaupun pengembangnya mengalami berbagai kesulitan dan halangan seperti nanopartikel yang digunakan dalam studi praklinis hampir secara eksklusif disintesis dalam jumlah yang tidak banyak dan peningkatan skala nya sebagai sintesis dalam juga banyak kurang memungkinkan bahkan dalam tahap studi klinis sekalipun.
Referensi:
Anselmo. Aaron C. and Mitagotri. Samir. 2016. "Nanoparticles in the clinic". Bioengineering and Translational Medicine. https://doi.org/10.1002/btm2.10003
King, S. , Jarvie, Helen and Dobson, Peter. 2024. "nanoparticle". Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/science/nanoparticle
Yih, T. C., and M. Al-Fandi. 2006. “Engineered Nanoparticles as Precise Drug Delivery Systems.” Journal of Cellular Biochemistry 97 (6): 1184–90. https://doi.org/10.1002/jcb.20796.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.