Carbon Nanotubes (CNTs) adalah suatu karbon nanostruktur yang terbuat dari susunan Graphene yang digulung berbentuk tabung atau silindris. Carbon Nanotubes (CNTs) ditemukan pada tahun 1991 oleh Sumio Iijima dari hasil Graphite sebagai elektroda dengan Argon. Carbon Nanotubes memiliki panjang 0.1 mm dan diklasifikasi sebagai single-walled carbon nanotube (SWNT) dan disebut sebagai multiple-walled carbon nanotube (MWNT) dalam bentuk berlapis. Carbon Nanotubes mempunyai kualitas yang lebih balik dari besi secara kekuatan dikarenakan sifat yang dimiliki yaitu tegangan permukaan yang luas dan ikatan-ikatan karbon.
Gambar 1 Structure and models of carbon nanotubes in function of their number of walls. (A) Single-walled carbon nanotubes (SWNTs) structures in
Baca juga : Lima Langkah Pengendalian Dan Pencegahan Malaria
Carbon Nanotubes sendiri berfungsi sebagai Field Electric Transistors (FET) yaitu sifat listrik yang sensitif terhadap efek transfer muatan dan doping kimia berbagai molekul. Penggunaan Field Electric Transistors menggunakan Carbon Nanotubes dinilai lebih cepat dalam menunjukkan respons dan mempunyai sensitivitas lebih tinggi dibandingkan material sensor lain seperti sensor solid-state. Selain itu penggunaan Carbon Nanotubes (CNTs) juga banyak digunakan untuk mendeteksi gas-gas seperti NH3, CO, dan CO2 karena material Carbon Nanotubes (CNTs) sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar.
Penggunaan nanoteknologi dalam bidang nano biosensor tidak jauh dari tingkat toxicity yang tinggi. Maka dari itu, untuk mengatasi tingkat toxicity dari radikal bebas yang dihasilkan Carbon Nanotubes dan berbahaya untuk sel dan membrane, dilakukan dispersi dan strategi fungsional yang menyatakan bahwa toxicity pada Carbon Nanotubes (CNTs) bergantung kepada densitas permukaan gugus fungsi, sebagai tambahan penambahan gugus hydrofilik pada Carbon Nanotubes (CNTs) menjadikan CNTs biocompatible dan biodegradable.
Gambar 2 Detection principle of CNT modified novel glucose biosensor
Selain penggunaan sebagai biosensors, CNTs juga dapat digunakan untuk sensor lainnya seperti sensor suhu yang menunjukkan perubahan suhu dalam karakterisasi, sensor gas seperti mendeteksi keberadaan gas NH3, CO, dan CO2, sensor tekanan atau strin gauge dalam berbagai konfigurasi, dan photoelectric sensor untuk mendeteksi cahaya yang masuk. Dalam beberapa tahun terakhir yang menjadi highlight, CNTs sebagai bahan nanosensor yaitu untuk mendeteksi protein SARS-CoV-2 dan akan banyak lagi sensor-sensor baru di masa yang akan datang.
Baca juga : Jelang Ramadan dan Lebaran, Ban Dunlop Tawarkan Promo Menarik
Referensi:
Gergeroglu, Hazal, Serdar Yildirim, and Mehmet Faruk Ebeoglugil. 2020. “Nano-Carbons in Biosensor Applications: An Overview of Carbon Nanotubes (CNTs) and Fullerenes (C60).” SN Applied Sciences 2(4): 1–22. https://doi.org/10.1007/s42452-020-2404-1.
Baca juga : Nasib Pemungutan Suara Di Daerah Terdampak Banjir Akan Diputuskan KPU Besok
Riu, Jordi, Alicia Maroto, and F. Xavier Rius. 2006. “Nanosensors in Environmental Analysis.” Talanta 69(2 SPEC. ISS.): 288–301.
Tîlmaciu, Carmen Mihaela, and May C. Morris. 2015. “Carbon Nanotube Biosensors.” Frontiers in Chemistry 3(OCT): 1–21.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.