BREAKING NEWS
 

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Dukung Tujuan SDGs 6: Air Bersih & Sanitasi

Writer : Susilo Ade Satria Prayoga
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 16 Desember 2024 14:17 WIB
Kegembiraan anak-anak mandi dengan air bersih. (Foto: Istimewa)

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 6 menekankan pentingnya memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Dalam upaya mencapai tujuan ini, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memainkan peran signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya air dan sanitasi.

Salah satu aplikasi AI dalam penyediaan air bersih adalah melalui penggunaan sensor Internet of Things (IoT) yang ditempatkan pada saluran air atau pipa. Sensor ini mengirimkan informasi real-time mengenai kualitas dan tekanan air. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk mendeteksi potensi kontaminasi dan memprediksi kerusakan pipa sebelum terjadi masalah yang lebih serius. Pendekatan ini memungkinkan operator air mengambil tindakan proaktif dalam pemeliharaan infrastruktur. 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Ajak Sinergi Berantas Korupsi

Selain itu, AI digunakan untuk memantau kondisi sanitasi di daerah perkotaan yang padat. Dengan memanfaatkan teknologi citra digital dan machine learning, AI dapat mengidentifikasi area dengan sanitasi buruk atau pembuangan limbah sembarangan. Informasi ini membantu otoritas setempat dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kondisi sanitasi. 

Inovasi lain adalah pengembangan platform seperti The Water Observatory oleh International Research Centre on Artificial Intelligence (IRCAI). Platform ini memanfaatkan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar, membantu manajer sumber daya air dalam menyelesaikan masalah terkait peristiwa air, dan memahami dampak tindakan mereka dalam konteks yang lebih luas. Hal ini mendukung pencapaian tujuan SDG 6 dengan menyediakan alat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan air. 

Baca juga : Pertamina Tegaskan Kerusakan Kendaraan di Cibinong Bukan Karena Pertamax

Di Indonesia, platform digital seperti Incubits telah diluncurkan sebagai wadah kolaborasi untuk inovasi di bidang air bersih, sanitasi, dan higienitas. Inisiatif ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, dalam pengembangan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. 

Pemanfaatan AI juga terlihat dalam pengembangan robot bawah air berbasis bioelektrokimia untuk meningkatkan kualitas air. Robot ini dirancang untuk mendeteksi dan mengurangi kontaminasi dalam sumber air, mendukung upaya mencapai SDGs 6 dengan menyediakan teknologi yang efisien dalam pemantauan dan perbaikan kualitas air. 

Baca juga : Ekonom: Pendanaan Penting bagi Pertamina untuk Jamin Ketahanan Energi Nasional

Secara keseluruhan, integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam upaya mencapai SDG poin 6 menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan akses dan kualitas air bersih serta sanitasi. Dengan terus mengembangkan dan menerapkan inovasi AI, diharapkan tantangan global terkait air dan sanitasi dapat diatasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense