BREAKING NEWS
 

Mengenal Raco, Guru dan Ranger Pengabdi Pulau Komodo

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 28 Mei 2025 15:02 WIB
Foto: PSF.

 Sebelumnya 
Raco menjadi salah satu dari 30 guru dan 16 manajemen sekolah yang berkesempatan mengikuti pelatihan Program Transformasi Sekolah di Manggarai Barat.

Program ini merupakan kolaborasi PT Pegadaian dan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk bersama Putera Sampoerna Foundation sebagai mitra pelaksana.

Selama pelatihan, Raco mengakui mendapat banyak manfaat baik dalam perannya sebagai guru maupun manajemen sekolah yang dapat diaplikasikan di SDN Pulau Komodo.

“Menurut saya, perbedaan antara pelatihan dalam program ini dengan pelatihan lainnya sangat terasa. Biasanya, pelatihan yang kami ikuti lebih bersifat teoritis dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga sering kali belum benar-benar kami pahami dan sulit untuk diaplikasikan.

Baca juga : Munaslub Lasmura, Hanura Perkuat Barisan Generasi Muda

Namun, dalam Program Transformasi Sekolah ini, kami mendapatkan pelatihan langsung dari narasumber disertai dengan umpan balik yang sangat konstruktif.

Hal ini membuat kami jauh lebih memahami materi secara mendalam dan siap untuk menerapkannya di lapangan,” ujarnya.

Selama beberapa bulan mengikuti program ini, dia mengaku telah mengaplikasikan banyak hal di SDN Pulau Komodo, termasuk pemanfaatan Rapor Pendidikan.

"Awalnya kami tidak paham cara membaca rapor pendidikan, tapi sekarang kami bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sekolah kami secara lebih objektif,".tuturnya.

Baca juga : Berguru Kepada Burung-Burung Nabi Ibrahim

Selain itu, standar-standar pembelajaran yang mereka pelajari sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.

Yang paling baru bagi mereka adalah konsep supervisi klinis. Sebelumnya, mereka hanya mengenal supervisi akademik.

"Ternyata, pendekatan klinis ini sangat berguna bagi kepala sekolah dalam memahami secara lebih dalam tantangan yang dihadapi guru-guru kami," ungkapnya. 

Kini, meski tantangan seperti minimnya literasi digital dan fasilitas teknologi pembelajaran masih menjadi persoalan di sekolahnya, Raco terus memotivasi rekan-rekannya untuk terus belajar dan beradaptasi.

Baca juga : Renata Kusmanto, Sudah Bercerai Dengan Fachry

“Tidak ada kata terlambat. Kita sebagai guru harus terus selalu belajar dan selangkah di depan siswa,” ujarnya, penuh semangat.

Kisah Raco adalah pengingat bahwa di balik ketimpangan akses pendidikan, masih ada para pengabdi yang terus menyalakan pelita harapan.

Pulau Komodo bukan hanya rumah bagi komodo, tetapi juga tempat di mana seorang sosok guru sederhana dengan tekad besar membangun masa depan anak-anak Pulau Komodo.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung program ini, untuk PT Pegadaian, PT Garuda Indonesia, dan Putera Sampoerna Foundation. Program ini telah membantu kami untuk memajukan pendidikan di SDN Pulau Komodo. Di sini saya sebagai guru mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam dunia pendidikan, dan berharap program ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Terima kasih, salam dari saya, Bapak Raco,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense