Mahasiswa GIAT 12 Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang tengah menjalankan program pengabdian di Desa Karangkepoh, Boyolali, turut menyambut kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali dalam rangka kegiatan PKK Menyapa, di Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Selasa (22/7/2025).
Dalam rangka memeriahkan kegiatan tersebut, mahasiswa GIAT 12 bekerja sama dengan warga setempat melakukan inovasi kegiatan edukasi dengan mengkolaborasikan lima program kerja yang diintegrasikan dalam pengembangan Kebun Gizi Dahlia. Lima program kerja tersebut meliputi edukasi stunting, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penguatan ketahanan pangan, penguatan nilai kebangsaan, serta penanaman bibit hortikultura.
Penanaman Bibit Bernilai Gizi

Kegiatan menanam bibit di Kebun Gizi Dahlia (Foto: Dok.Pribadi)
Baca juga : BPD HIPMI Jaya Dorong Kolaborasi Ekonomi Lewat Program Join Yang Berdampak
Kegiatan diawali dengan penanaman bibit sebagai langkah nyata dalam edukasi memperkuat ketahanan pangan keluarga. Bibit yang ditanam meliputi kale, seledri, dan daun bawang. Tiga jenis bibit tersebut mengandung berbagai manfaat, bernilai gizi, dan mudah diolah untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Penanaman dilakukan oleh mahasiswa GIAT 12 untuk menambah variasi tanaman di Kebun Gizi Dahlia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tak hanya memperkenalkan tanaman bergizi namun juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif yang murah dan sehat.
Edukasi Visual: Stunting, PHBS, dan Ketahanan Pangan
Sebagai bagian dari edukasi pencegahan stunting, ketahanan pangan, dan peningkatan kesadaran akan PHBS, mahasiswa GIAT 12 membuat poster edukatif yang ditempel di Posyandu dan Kebun Gizi Dahlia. Poster tersebut berisi informasi penting seputar MPASI, upaya pencegahan stunting, penerapan PHBS, pola makan sehat, serta pentingnya ketahanan pangan rumah tangga.
Penempatan dua tempat sampah terpilah (Foto: Dok. Pribadi)
Selain itu, mahasiswa juga menyediakan dua tempat sampah terpilah (organik dan anorganik) yang diletakkan di sekitar area posyandu. Pemberian tempat sampah ini merupakan ajakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari perilaku hidup sehat.
Penguatan Nilai Kebangsaan dan Pancasila
Pemasangan poster edukatif di area kebun gizi (Foto: Dok. Pribadi)
Tak hanya fokus pada isu kesehatan dan gizi, mahasiswa juga menyisipkan program penguatan nilai kebangsaan dan Pancasila melalui media visual. Melalui poster-poster bertema nasionalisme yang dipasang di area Kebun Gizi Dahlia, mahasiswa mengajak warga untuk mengingat dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan visual, masyarakat dapat memahami pesan yang ingin disampaikan dengan mudah. Selain itu, poster-poster edukatif dengan desain interaktif ini juga mampu meramaikan dan menghias kebun gizi menjadi lebih menarik dan berwarna. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai karakter dan kebangsaan dapat bersanding harmonis dengan nilai kesehatan dalam ruang komunitas seperti kebun gizi.
Papan 10 Program Pokok PKK
Menghias dan cat ulang papan 10 program pokok PKK (Foto: Dok. Pribadi)
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kader PKK, mahasiswa juga ikut serta menghias ulang papan kayu berisi 10 Program Pokok PKK yang dipasang di depan pintu masuk kebun gizi. Ditambah lagi, mahasiswa juga membuat papan nama Kebun Gizi Dahlia yang dibuat dari tampah yang telah dihias dengan kreativitas mahasiswa. Kedua elemen ini mempercantik tampilan kebun sekaligus memperkuat fungsinya sebagai ruang edukatif yang menyenangkan bagi masyarakat.
Melalui kerja sama antara mahasiswa, kader PKK, dan masyarakat Desa Karangkepoh, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dapat memberikan dampak positif dalam menghadapi masalah stunting, penerapan PHBS, hingga pentingnya ketahanan pangan keluarga. Kebun Gizi Dahlia tak hanya menjadi tempat bercocok tanam tetapi juga sarana edukasi yang efektif dan menarik.
Mahasiswa GIAT 12 UNNES berharap bahwa inovasi yang telah dilakukan dapat terus diterapkan oleh masyarakat secara mandiri, sehingga manfaatnya tetap berlanjut bahkan setelah masa pengabdian selesai. Kolaborasi program kerja ini menjadi langkah sederhana untuk ikut aktif memeriahkan program yang membangun desa menjadi lebih sehat, cerdas, dan berkarakter.
"Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa"
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.