RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki Tahun Akademik 2025/2026, Program Pascasarjana Universitas Borobudur mencatat lonjakan jumlah mahasiswa baru, terutama pada Program Magister dan Doktor Ilmu Hukum yang menjadi primadona pilihan masyarakat.
Sebanyak 49 mahasiswa Magister Ilmu Hukum dan 93 mahasiswa Doktor Ilmu Hukum tercatat resmi bergabung.
Jumlah ini menambah semarak perkuliahan yang akan dibuka pada 20 September 2025, dengan formasi dua kelas Magister dan tiga kelas Doktor Ilmu Hukum.
Selain hukum, Program Magister Manajemen dan Doktor Ilmu Ekonomi juga mengalami peningkatan signifikan. Hadirnya peminatan baru, seperti manajemen transportasi dan ekonomi transportasi, menjadi daya tarik tambahan.
Baca juga : Universitas Budi Luhur Gelar Ordik, Diikuti 1.310 Mahasiswa Baru
Dr. Romanova dan Prof. Heru Subiyantoro yang memimpin kedua prodi itu mengungkapkan, lonjakan ini sejalan dengan status akreditasi “Unggul” Universitas Borobudur.
“Program Magister Manajemen dan Doktor Ilmu Ekonomi sendiri terakreditasi Baik Sekali oleh Lamemba,” ujar Prof. Faisal Santiago, Ketua Prodi Doktor Ilmu Hukum sekaligus Direktur Pascasarjana.
Sementara itu, Kaprodi Magister Ilmu Hukum, Dr. Ahmad Redi menyatakan, Magister Ilmu Hukum meraih skor akreditasi 367 dan Doktor Ilmu Hukum 375, keduanya berstatus Unggul dari BAN-PT.
"Kualitas ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Borobudur diterima dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah," tuturnya.
Baca juga : Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dorong Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Prof. Faisal menegaskan pentingnya masyarakat memilih perguruan tinggi dengan status akreditasi yang jelas.
“Untuk S1, S2, dan S3 Ilmu Hukum, Universitas Borobudur adalah PTS pertama yang seluruh strata dan institusinya terakreditasi Unggul,” tegasnya.
Kepercayaan pemerintah juga terlihat dari hadirnya mahasiswa penerima beasiswa LPDP dan beasiswa dosen dari Kemendikbudristek di Universitas Borobudur.
Tak hanya unggul secara nasional, Pascasarjana Universitas Borobudur juga berjejaring internasional. Program rutin lecturing dilaksanakan di kampus-kampus ternama dunia, seperti Leiden dan Utrecht (Belanda), Kanzai Gaidai (Jepang), Hankuk dan Youngsan (Korea Selatan), hingga Thammasat (Thailand).
Baca juga : FISIP Universitas Nasional Gelar Konferensi Internasional ICOSOP ke-5
Pada 22 November 2025, agenda lecturing akan berlangsung di Oxford University dan Badan Arbitrase Internasional London (UK).
Selain itu, Konferensi Internasional juga digelar tiap semester untuk mendorong publikasi karya ilmiah mahasiswa di jurnal bereputasi. Agenda terdekat akan berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Universitas Borobudur.
Sejak 2015, Universitas Borobudur menjadi anggota International Association of Law Schools (IALS), menegaskan posisinya sebagai kampus berstandar internasional.
“Dengan seluruh strata terakreditasi unggul dan berjejaring global, Universitas Borobudur menjadi rujukan utama masyarakat Indonesia yang ingin menempuh pendidikan hukum berkualitas,” pungkas Prof. Faisal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.