BREAKING NEWS
 

Konferensi ICMAL 2025 Bahas Linguistik Terapan di Era Disrupsi Digital

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 27 Desember 2025 13:20 WIB
Para narasumber dan panitia dalam Kegiatan The 2nd ICMAL 2025, di Auditorium Cyber UNAS, Selasa (23/12/2025). (Foto: Dok. Unas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Regaranggi Institute bekerja sama dengan Universitas Nasional (UNAS) serta sejumlah perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri menyelenggarakan The 2nd International Conference on Multidimensional Applied Linguistics (ICMAL) 2025, di Auditorium Cyber Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Konferensi internasional ini mengusung tema “Redefining Applied Linguistics in a Disruptive Era” dan menjadi forum akademik global yang mempertemukan pakar, peneliti, pendidik, serta praktisi dari berbagai negara.

ICMAL 2025 dirancang sebagai ruang dialog lintas disiplin untuk merefleksikan perkembangan mutakhir sekaligus mendorong inovasi dalam bidang linguistik terapan, pendidikan, komunikasi, dan media di abad ke-21.

Sejumlah isu krusial menjadi sorotan, mulai dari tantangan dan peluang transformasi digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga dampak globalisasi terhadap penggunaan bahasa, pembelajaran, serta metodologi penelitian linguistik.

CEO ICMAL 2025, Iskandarsyah Siregar, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan mitra konferensi. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 100 peserta hadir secara luring di luar undangan resmi.

"Ini menunjukkan besarnya minat akademisi dan praktisi terhadap isu linguistik terapan multidimensional yang relevan dengan tantangan global saat ini,” ujar Iskandarsyah.

Baca juga : Indonesia Parliamentary Forum 2025 Soroti Branding Politik Digital

Ia menegaskan, ICMAL 2025 dirancang dalam dua sesi utama untuk menjembatani kerangka teoretis dengan praktik nyata. “Kami ingin diskusi yang terbangun tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif, sehingga mampu memberikan solusi holistik bagi persoalan peradaban global, baik saat ini maupun di masa depan,” katanya.

Iskandarsyah juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Nasional, khususnya Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, serta Kepala Biro Kerja Sama UNAS atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan konferensi yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UNAS.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Nasional, Prof. Ernawati Sinaga, menekankan pentingnya ICMAL 2025 dalam merespons dinamika global.

“Inovasi teknologi, mobilitas global, dan transformasi sosial telah membentuk ulang cara manusia menggunakan dan mempelajari bahasa. Ini menantang asumsi lama sekaligus membuka peluang bagi linguistik terapan yang lebih inklusif dan relevan secara sosial,” tuturnya.

Prof. Ernawati mengajak peserta mengkaji peran linguistik terapan dalam menjawab tantangan komunikasi digital, kecerdasan buatan, literasi multimodal, keadilan linguistik, serta pemahaman lintas budaya di era disrupsi.

Adsense

Salah satu sesi panel menghadirkan Denis Bolotsky, Head of RT Indonesia & ASEAN, yang memaparkan perspektif global mengenai relasi media, bahasa, dan politik internasional.

Baca juga : Libur Nataru 2026, CIMB Niaga Pastikan Kesiapan Layanan Operasional

Ia menjelaskan, keputusan RT membuka perwakilan di Jakarta didorong oleh peran strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan dunia internasional, termasuk sebagai tuan rumah Sekretariat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), anggota Group of Twenty (G20), serta anggota penuh BRICS.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat kekuasaan. Melalui bahasa dan framing, realitas dapat dibingkai dan dibentuk,” tegas Denis.

Ia juga menyoroti pentingnya pluralitas narasi, etika jurnalistik, serta peran koresponden lapangan di tengah maraknya disinformasi dan penggunaan AI dalam produksi berita.

Di bidang pendidikan bahasa, Associate Professor Siti Yulidhar Harunasari dari Universitas LIA Jakarta memaparkan gagasan bertajuk “Language Learning Evolved: Adaptive Technology and Personalized Fluency”.

Ia memperkenalkan konsep Adaptive Language Interface (ALI), yakni kerangka pembelajaran bahasa berbasis AI yang adaptif, personal, dan berkelanjutan. “AI akan memberikan dampak maksimal jika terintegrasi dalam desain pembelajaran yang koheren dan pedagogis,” ujarnya.

Konsep ALI memadukan teori pemerolehan bahasa, adaptasi dinamis berbasis AI, serta pembelajaran sosial kontekstual, sehingga diharapkan mampu menjadi fondasi pembelajaran bahasa generasi baru yang lebih manusiawi dan inklusif.

Baca juga : Hari Ibu, Menkomdigi Minta Anak Tak Dibiarkan Sendirian Di Ruang Digital

Sementara itu, praktisi linguistik dan penyiaran Abdul Aziz menyoroti peran strategis linguistik dalam dunia digital broadcasting, AI, dan neuropsikologi.

“Bahasa dalam broadcasting tidak selalu harus sempurna secara kaidah, tetapi harus komunikatif, membangun emosi, dan menumbuhkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan linguistik dengan neurolinguistik dan AI, khususnya dalam bidang pendidikan, terapi, serta pengembangan teknologi berbasis manusia.

Rangkaian ICMAL 2025 ditutup dengan penampilan seni budaya Betawi berupa Lenong Teater Betawi oleh Teater Gemah Caraka yang disambut antusias peserta, serta sesi foto bersama.

Melalui ICMAL 2025, Regaranggi Institute dan Universitas Nasional berharap konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah yang berkelanjutan, memperkuat jejaring akademik global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat di tengah tantangan disrupsi digital dan globalisasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense