Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk membangun masyarakat Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.
Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam The 7th International Conference on Community Development (ICCD) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Mercu Buana (UMB).
Konferensi internasional tahunan ini mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga masyarakat guna memperkuat sinergi dalam mengembangkan inovasi digital untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam pidatonya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar menegaskan, revolusi digital telah mengubah cara hidup dan cara kerja masyarakat Indonesia.
“Kita berharap inovasi digital menjadi langkah percepatan dalam perjuangan kita semua. Teknologi digital telah merevolusi banyak hal, termasuk dalam tata kelola dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Muhaimin di Kampus Universitas Mercu Buana, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif bagi masyarakat luas.
Baca juga : Indonesia Siap Hadapi Gugatan Di Pengadilan
“Digitalisasi menciptakan lapangan kerja baru setiap saat. Melalui gig economy, masyarakat kini dapat memperoleh penghasilan dengan cara kerja yang fleksibel dan berbasis teknologi,” tambahnya.
Muhaimin juga menekankan pentingnya konvergensi antara kebijakan fiskal, inovasi digital, dan keberlanjutan sosial sebagai strategi jangka panjang menuju Indonesia digital yang berkeadilan.
“Kita harus memastikan bahwa inovasi digital tidak meninggalkan kelompok rentan. Semua pihak perlu bekerja bersama agar manfaat digitalisasi dirasakan hingga ke tingkat desa,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., menilai bahwa ICCD 2025 menjadi ajang penting bagi dunia akademik untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat berbasis riset dan inovasi digital.
“Acara ini berangkat dari semangat riset dosen yang fokus pada pengabdian masyarakat. Tujuannya agar teknologi digital benar-benar diterapkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemberdayaan,” jelas Prof. Andi.
ICCD 2025 juga menggandeng lima universitas dan sejumlah lembaga non-pemerintah, menciptakan ekosistem kolaboratif lintas institusi.
Baca juga : 9 Dekade Madrasah NWDI, Dari Anjani Untuk Indonesia Dan Dunia Islam
Hasil konferensi ini nantinya akan dipublikasikan dalam jurnal internasional serta dijadikan rencana aksi nyata dalam program pengabdian masyarakat.
Prof. Andi menegaskan, mahasiswa menjadi garda terdepan dalam implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan sosialisasi digital, mereka belajar langsung bagaimana teknologi mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Setiap program pengabdian wajib melibatkan mahasiswa. Satu kegiatan bisa melibatkan hingga sepuluh orang agar mereka memahami secara nyata dampak digitalisasi terhadap masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga masyarakat mutlak diperlukan agar manfaat digitalisasi benar-benar dirasakan di seluruh lapisan sosial.
“Masalah pemberdayaan terlalu kompleks jika ditangani sendirian. Perguruan tinggi dan sektor industri harus berperan aktif, baik dalam pendanaan maupun transfer pengetahuan,” tambahnya.
Baca juga : Bang Jay: Ini Belum Berakhir, Indonesia Akan Bangkit
ICCD 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tengah memasuki babak baru dalam pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan mampu membangun masyarakat yang melek digital, produktif, dan berdaya secara ekonomi.
Menutup acara, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa teknologi bukan hanya alat modernisasi, tetapi juga simbol gotong royong di era digital.
“Teknologi adalah jembatan menuju keadilan sosial. Dengan inovasi digital, kita dapat memperkuat semangat gotong royong dan menciptakan masyarakat yang lebih berdaya,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya