Asupan protein hewani bagi tumbuh kembang anak menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. Merespons hal tersebut, Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Manyar Sabrangan 6 Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan intervensi gizi melalui program edukasi kreatif bertajuk "Mengenal Ikan, Menjadi Pintar".
Program yang menyasar siswa usia dini ini dilaksanakan secara intensif di TK Harapan Bangsa, Manyar Tegal, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, dan telah rampung pada pertengahan Januari 2026.
Putra Andhika, penanggung jawab program, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Kegiatan ini adalah upaya menanamkan pola pikir bahwa ikan adalah kunci imunitas, sekaligus upaya preventif terhadap masalah gizi pada anak sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkolaborasi dengan para guru merancang metode fun learning yang adaptif. Materi dibagi menjadi dua sesi, yakni stimulasi visual dan motorik kasar untuk siswa TK A, serta tantangan literasi dasar dan berhitung untuk siswa TK B.
Antusiasme siswa terlihat saat mahasiswa menerapkan metode gamifikasi lewat permainan labirin (maze). Siswa diajak menuntun karakter bernama Dono dan Dini menghindari makanan instan dan memilih jalur makanan olahan ikan. Pertanyaan pemantik seperti "Ikan bernapas dengan apa?" juga sukses memancing nalar kritis anak-anak.
Siswa TK Harapan Bangsa aktif menjawab pertanyaan seputar materi ikan.
Metode pengajaran yang variatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala TK Harapan Bangsa, Sri Wahyuningsih. Menurutnya, penggunaan alat peraga visual sangat efektif menarik perhatian siswa dibanding metode konvensional.
"Programnya baik, bagus, dan rasanya sangat membantu anak-anak. Kakak-kakaknya juga humble dan sangat menyayangi anak-anak. Materi Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang dibawakan pun sangat bermanfaat," ungkap Sri.
Puncak kegiatan diisi dengan aktivitas mewarnai sebagai metode visual recall atau mengingat kembali. Berdasarkan evaluasi pasca-kegiatan, tercatat 98 persen siswa kini memahami manfaat ikan bagi tubuh.
Foto bersama mahasiswa BBK dengan guru dan siswa TK Harapan Bangsa usai edukasi "Mengenal Ikan, Menjadi Pintar".
Tak hanya fokus pada siswa, mahasiswa BBK UNAIR juga meninggalkan jejak keberlanjutan (sustainability) bagi sekolah. Selain menghibahkan set poster edukatif untuk "Student Corner", mahasiswa juga mendampingi transformasi digital sekolah dengan membuatkan akun resmi Gmail dan Instagram. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat branding sekolah sekaligus menjadi kanal dokumentasi kegiatan yang dikelola mandiri oleh para guru.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.