BREAKING NEWS
 

Esa Unggul Latih Warga Kebagusan Gunakan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 6 Agustus 2026 20:44 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Esa Unggul bersama Lurah Kebagusan, narasumber, mahasiswa, dan anggota PKK RW 04 seusai pelatihan di RPTRA Kecapi, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Esa Unggul)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak harus menjadi penghalang bagi keluarga untuk menghasilkan bahan pangan sehat. Pekarangan, teras, balkon, hingga sudut sempit di sekitar rumah dapat diubah menjadi ruang produktif yang mendukung ketersediaan pangan, kesehatan keluarga, dan kelestarian lingkungan.

Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Transformasi Pekarangan Rumah Menjadi Ruang Ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga melalui Program Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau HATINYA PKK dan Tanaman Obat Keluarga” di RPTRA Kecapi, Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan, 9 Juni 2026.

Program yang didanai DPPM, Risbang, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Universitas Esa Unggul ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat.

Sebanyak 30 anggota PKK RW 04 Kelurahan Kebagusan mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan juga dihadiri Lurah Kebagusan, Rudi Budijanto, sebagai bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap upaya pemberdayaan keluarga dan penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Haryanti, S.T., M.IKom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat pekarangan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengelolanya secara mandiri.

Pekarangan rumah dapat menjadi ruang belajar, sumber pangan, tempat membudidayakan tanaman obat, sekaligus sarana membangun kepedulian keluarga terhadap lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di rumah dan menularkannya kepada warga lain,” ujar Haryanti, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (6/8/2026).

Hidupkan Semangat HATINYA PKK

Baca juga : Senayan Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi

Program ini mengangkat konsep HATINYA PKK, yaitu Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman. Konsep tersebut mendorong keluarga untuk menata dan memanfaatkan lahan di sekitar rumah agar tidak hanya terlihat hijau, tetapi juga memberikan manfaat nyata.

Pekarangan dapat ditanami berbagai jenis sayuran, tanaman bumbu, dan tanaman obat sesuai dengan kondisi lahan. Pada rumah dengan ruang terbatas, penanaman dapat dilakukan menggunakan pot, polybag, rak bertingkat, wadah bekas yang layak pakai, maupun metode budidaya lain yang sesuai dengan lingkungan perkotaan.

Pemanfaatan pekarangan secara produktif memungkinkan keluarga memperoleh bahan pangan yang lebih segar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar rumah. Kegiatan menanam juga dapat menjadi sarana pendidikan bagi anak untuk mengenal proses tumbuhnya makanan dan pentingnya menjaga lingkungan.

3 Keterampilan Utama untuk Warga

Pelatihan mencakup tiga bidang utama, yakni Budidaya Tanaman Pangan, Penanaman Tanaman Obat Keluarga atau TOGA, serta Kompos.

Dalam sesi Tanaman Pangan, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemilihan tanaman yang sesuai dengan pekarangan rumah, penyiapan media tanam, teknik penanaman, perawatan, dan pemanenan. Jenis tanaman yang dapat dikembangkan antara lain sayuran daun, cabe, tomat, daun bawang, seledri, serta beragam tanaman bumbu yang banyak digunakan dalam kebutuhan rumah tangga.

Adsense

Pada sesi TOGA, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan sirih. Keberadaan TOGA dapat membantu keluarga mengenal sumber bahan alami yang secara tradisional digunakan untuk mendukung pemeliharaan kesehatan.

Baca juga : Indonesia dan Thailand Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan Hingga Ekonomi Digital

Meski demikian, peserta juga diberikan pemahaman bahwa tanaman obat harus digunakan secara tepat dan bijak. Penggunaan tanaman herbal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan dari tenaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

Pelatihan berikutnya membahas pembuatan Kompos dari sampah organik rumah tangga. Sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lain dapat diolah menjadi kompos untuk memperbaiki kualitas media tanam. Langkah ini juga membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang dari rumah.

Dengan menghubungkan budidaya tanaman dan pengomposan, masyarakat diperkenalkan pada siklus sederhana yang berkelanjutan: sampah organik diolah menjadi pupuk, pupuk digunakan untuk menyuburkan tanaman, dan tanaman menghasilkan bahan pangan bagi keluarga.

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa & Masyarakat

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Menik Indrianti, S.E., M.Akt.; Amo Sugiharto, S.E., MM.; dan Sanyoto aktif di Kompak (Kolaborasi Masyarakat Pilah Oper Kemasan). Para narasumber menyampaikan materi yang berorientasi pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga pengetahuan yang diberikan dapat lebih mudah dipraktikkan.

Keterlibatan mahasiswa Universitas Esa Unggul juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Selain membantu proses kegiatan, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung bersama masyarakat, mulai dari berkomunikasi dengan peserta hingga memahami persoalan lingkungan dan ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar penyampaian materi, melainkan proses pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan warga. Pengetahuan akademis dipertemukan dengan pengalaman praktis masyarakat agar menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Dukungan Pemerintah Kelurahan

Baca juga : KLH Beri Pendampingan Pengelolaan Limbah SPPG

Dalam sambutannya, Lurah Kebagusan, Rudi Budijanto, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program yang melibatkan perguruan tinggi dan anggota PKK. Kata dia, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh warga.

“Kami berharap para peserta tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi mulai memanfaatkan pekarangan di rumah masing-masing dan berbagi pengetahuan dengan lingkungan sekitar. Dengan gerakan bersama, pekarangan dapat menjadi sumber pangan, ruang hijau, dan pendukung kesehatan keluarga,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Kelurahan dinilai penting agar pemanfaatan pekarangan dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. PKK memiliki posisi strategis karena anggotanya bersentuhan langsung dengan pengelolaan pangan, kesehatan, kebersihan, dan pendidikan di dalam keluarga.

Dari Pekarangan Menuju Kemandirian Keluarga

Keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya tanaman yang dibudidayakan atau hasil panen yang diperoleh. Perubahan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan lahan, mengelola sampah organik, memilih pangan segar, dan merawat lingkungan juga menjadi hasil yang diharapkan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu memulai dari langkah sederhana, seperti menentukan satu area tanam di rumah, memilih beberapa jenis tanaman yang paling dibutuhkan, memanfaatkan wadah yang tersedia, serta melakukan perawatan secara konsisten. Dalam jangka panjang, praktik tersebut dapat membantu membangun keluarga yang lebih mandiri dan tangguh. Pekarangan tidak lagi dipandang sebagai ruang sisa, tetapi sebagai aset keluarga yang memiliki nilai pangan, kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

Melalui dukungan DPPM, Risbang, Kemdiktisaintek, Universitas Esa Unggul, Pemerintah Kelurahan Kebagusan, serta partisipasi aktif PKK RW 04, kegiatan ini menjadi contoh bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari skala paling dekat: rumah sendiri.Dari satu pot sayuran, satu tanaman obat, dan satu wadah kompos, tumbuh langkah nyata menuju lingkungan yang lebih hijau serta keluarga yang lebih sehat dan berdaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense