Dark/Light Mode

Setahun Surplus Beras-Jagung-Ayam

Indonesia Siap Berdiri Di Atas Kaki Sendiri

Selasa, 28 Juli 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok pangan nasional tetap aman setelah Indonesia mencatat surplus beras, jagung, gula konsumsi, telur, daging ayam, hingga ikan selama setahun terakhir. Capaian itu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan tidak bergantung pada impor pangan.

Hal tersebut disampaikan Zulhas-sapaan akrab Zulkifli Hasan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 dan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu malam (26/7/2026).

“Alhamdulillah, kita setahun sudah surplus. Jagung sudah, gula untuk konsumsi sudah, telur sudah, ayam sudah, ikan sudah,” ungkap Zulhas.

Zulhas menilai, kondisi geopolitik global membuat banyak negara memilih mengamankan kebutuhan dalam negerinya dengan menahan ekspor pangan. Untuk itu, Indonesia harus mengandalkan kekuatan sendiri.

Kata dia, ketahanan pangan Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat menuju kemandirian. Zulhas melihat, prinsip berdiri di atas kaki sendiri menjadi kunci menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Baca juga : Kemensos-Jarnas Rapatkan Barisan Lawan Mafia TPPO

“Ketahanan pangan kita cukup untuk membuat kita mandiri, tidak tergantung pada siapa pun. Alhamdulillah,” katanya.

Selain pangan, kata Zulhas, Pemerintah juga mulai memperkuat kedaulatan energi berbasis komoditas pertanian.

Setelah pengembangan biofuel untuk solar, Pemerintah bersiap meluncurkan bensin campuran etanol 10 persen (E10) yang bahan bakunya berasal dari komoditas lokal seperti singkong, jagung, dan tebu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, Indonesia mampu mencatatkan kinerja ekonomi yang positif di tengah ketidakpastian global dan konflik yang melanda sejumlah negara.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengungkapkan, inflasi Indonesia tetap terjaga di kisaran 1-2 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen.

Baca juga : Sinergi Lintas Elemen, 5 Tokoh Parpol Manggung Di Kongres Umat Islam Indonesia

“Mari kita merawat ketenangan dan keselamatan ini. Indonesia berpeluang besar menjadi episentrum peradaban dunia Islam yang akan datang,” ujarnya.

Kendati begitu, Nasaruddin menyoroti masih rendahnya tingkat kesadaran ekonomi syariah di Indonesia. Dari sekitar 240 juta penduduk Muslim, tingkat literasi dan keterlibatan dalam ekonomi syariah baru mencapai sekitar 7,5 persen.

Angka itu masih tertinggal dibanding Malaysia yang mampu mencatatkan tingkat kesadaran ekonomi syariah sekitar 27 persen, meski jumlah penduduk Muslimnya hanya sekitar 20 juta jiwa.

“Kita sudah hampir dua dekade memperkenalkan perbankan syariah, tetapi pangsanya masih berputar di bawah angka 10 persen. Ada pendekatan non-ekonomi yang harus kita lakukan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas ekonomi umat secara holistik,” ucapnya.

Menurutnya, peningkatan literasi ekonomi syariah tidak cukup dilakukan melalui pendekatan teknis perbankan semata, tetapi juga membutuhkan pendekatan kultural, keagamaan, serta edukasi yang masif melalui pesantren dan lembaga pendidikan.

Baca juga : Mulyadi Bertekad Kembalikan Kejayaan Partai Di Pemilu 2029

Dia optimistis, jika penguatan ekonomi syariah berjalan beriringan dengan stabilitas nasional dan penguatan pemahaman keagamaan, Indonesia tidak hanya menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, juga mampu menjadi pusat kemajuan peradaban Islam secara global. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Selasa, 28 Juli 2026 dengan judul "Setahun Surplus Beras-Jagung-Ayam Indonesia Siap Berdiri Di Atas Kaki Sendiri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.