Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu
- 7.643 Personel Gabungan Siap Amankan Zikir & Doa Kebangsaan di Monas
- Hoegeng Awards 2026, Kapolri: Teladani Hoegeng Lahirkan Polisi Berintegritas
- Kemenhaj: Sanksi Travel Nakal, Dicabut Izinnya Hingga Dipidana
- Wuling Aira EV Debut Di GIIAS, Dibanderol Mulai Rp 155 Juta
Perkuat Ketahanan Pangan DKI Jakarta
Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir
Sabtu, 1 Agustus 2026 17:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perumda Dharma Jaya terus memperkuat upaya mendukung ketahanan pangan (food security) Provinsi DKI Jakarta melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir yang berlokasi di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pengembangan kawasan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam kunjungan kerja pada Jumat (31/7/2026).
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tanggal 23 Juni 2026.
Menurutnya, lahan seluas sekitar 20 hektare tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mampu memperkuat rantai pasok pangan ibu kota.
"Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah untuk memperkuat ketahanan pangan," ujar Raditya.
Baca juga : Pramono Tindak Tegas Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jakarta
Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir dirancang dengan konsep peternakan modern yang mengintegrasikan seluruh proses dari hulu hingga hilir.
Berbagai fasilitas akan dibangun dalam satu kawasan, mulai dari kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area loading dan unloading, Rumah Potong Hewan (RPH), fasilitas pengolahan daging (meat processing), cold storage, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, hingga cadangan lahan hijauan pakan ternak.
"Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," katanya.
Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan peternakan yang modern, efisien, serta berorientasi pada keberlanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung penguatan pasokan pangan, baik bagi masyarakat DKI Jakarta maupun Banten.
Baca juga : Tanggapi Pagar Tinggi di Mall, Pramono: Mungkin Khawatir Dengan Kondisi Keamanan
"Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujarnya.
Pramono juga meluruskan berbagai informasi yang berkembang mengenai fungsi lahan tersebut. Ia memastikan kawasan Ciangir tidak akan dijadikan lokasi alternatif Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagaimana isu yang sempat beredar di masyarakat.
"Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak," jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur kawasan dijadwalkan mulai pada November dengan total nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun.
"Dan juga saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, dan Badan Aset untuk yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta bisa dimulai lebih awal," ungkapnya.
Baca juga : Zulhas: Indonesia Tidak Perlu Lagi Impor Garam
Pramono menambahkan bahwa pengembangan kawasan diharapkan sudah mulai berjalan paling lambat pada awal September 2026 melalui percepatan koordinasi lintas instansi dan penyelesaian berbagai tahapan administrasi.
Pembangunan fisik tahap pertama sendiri ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026 setelah seluruh proses perizinan, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi teknis selesai dilaksanakan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya