RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Trisakti (Usakti) memadukan edukasi kesehatan gigi berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pemanfaatan pangan lokal dalam program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Nyomplong, Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung pada 13–14 Juli 2026 dengan melibatkan 60 kader Posyandu Kelurahan Nyomplong. Program ini menjadi bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Tahun Pendanaan 2026.
Program didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan memanfaatkan media berbasis AI. Edukasi diarahkan agar kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga di lingkungan Posyandu.
Baca juga : FKG Universitas Trisakti Gelar PKM Bakti Sosial di Kelurahan Grogol Petamburan
Tidak hanya aspek kesehatan, program ini juga mengangkat potensi pangan lokal melalui pemanfaatan singkong yang merupakan salah satu bahan pangan yang mudah diperoleh di Sukabumi.
Para kader dilatih mengolah singkong menjadi camilan inovatif berupa mochi yang diberi nama “Mochava”. Pelatihan dilakukan secara berkelompok, mulai dari pengolahan bahan hingga proses pembuatan produk.
Mochava kemudian melalui uji penerimaan yang meliputi rasa, bentuk, dan warna. Hasilnya mendapatkan respons positif dari peserta. Produk dinilai memiliki cita rasa yang baik, tampilan menarik, serta menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh.
Selain pemberdayaan kader, kegiatan juga menyasar anak sekolah sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut. Sebanyak 26 siswa SDS Persatuan dan 28 siswa SDN Pajagalan Sukabumi mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan kesehatan gigi.
Untuk melihat efektivitas kegiatan, tim melakukan pre-test dan post-test kepada kader dan siswa. Pengukuran tersebut dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta sebelum dan setelah mendapatkan edukasi.
Program juga menghasilkan sejumlah luaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat, antara lain buku saku kesehatan gigi, video edukasi berbasis AI, poster edukasi, serta produk pangan lokal Mochava.
Lurah Nyomplong menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang dilakukan perguruan tinggi bersama masyarakat memberikan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan kesehatan, tetapi juga membuka wawasan mengenai pengembangan potensi pangan lokal.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Masyarakat dapat mengetahui bahwa produk lokal seperti singkong dapat dimanfaatkan menjadi mochi yang menarik dan menjadi bagian dari pengembangan makanan khas Sukabumi,” ujarnya.
Baca juga : Aksi Mahasiswa Serukan Tiga Tuntutan Rakyat di DPR
Ketua Tim PKM, drg. Trijani dari FKG Universitas Trisakti, berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Nyomplong.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kesehatan gigi dan gizi masyarakat, khususnya di Kelurahan Nyomplong,” ungkapnya.
Kolaborasi FKG dan FK Universitas Trisakti dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan sekolah tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan lintas sektor.
Perpaduan teknologi AI dalam edukasi kesehatan dengan pemanfaatan pangan lokal diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.