BREAKING NEWS
 

Mantap, Kapitalisasi Pasar Lippo Group Capai Rp 77,87 Triliun

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : WAHYU SURYANI
Senin, 6 Desember 2021 17:57 WIB
John Riady/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja saham Lippo Group moncer sepanjang tahun. Kapitalisasi pasar dari 15 emiten yang dimiliki perusahaan mengalami pertumbuhan 62,8 persen. Dari Rp 47,83 triliun pada awal Januari, menjadi Rp 77,87 triliun hingga awal Desember tahun ini.

Potensi apik Lippo Group di tahun Kerbau Logam ini membuat optimistis konglomerasi yang telah berusia lebih dari 70 tahun itu, menyambut Tahun Shio Macan Air.

Adapun harga saham Multipolar (MLPL) paling kinclong dari jajaran anak usaha Lippo Group. Pada awal Januari, harga saham MLPL Rp 57 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 827 miliar.

Hingga awal Desember, kapitalisasi itu melambung hingga Rp 5,8 triliun atau meningkat 605 persen dengan harga per saham Rp 402.

Hingga kuartal II-2021, MLPL telah berhasil mengemas laba bersih serta peningkatan pendapatan dibandingkan periode tahun lalu. Laba bersih MLPL mencapai Rp 371 miliar pada kuartal II-2021.

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee membenarkan tren yang kuat di sektor teknologi informasi mengerek saham Lippo Group.

“Memang ada euforia digital yang ikut mendorongnya,” ungkap Hans.

Selain itu, terdapat faktor pendorong seperti masuknya GoTo ke PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), yang juga menjadi kontributor pendongkrak kapitalisasi pasar Lippo Group.

Baca juga : Penyaluran KUR Per November Capai Rp 262,95 Triliun

“Hampir semua yang memiliki peran digital dan pendukungnya ikut terkerek pada periode sekarang,” tambah Hans.

Seiring cerahnya prospek industri digital, serta kepemilikan portofolio yang apik, MLPL terus menggaet kepercayaan pasar.

“Secara group, MLPL merupakan induk untuk investasi ke perusahaan digital. Kami memiliki strategi komplit dalam memacu dan mengembangkan perusahaan digital,” ujar Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady.

Selain itu, lanjutnya, secara ekosistem, MLPL juga mengembangkan kolaborasi atau omnichannel yang memperkuat posisi portofolio. Contoh paling mudah adalah keberadaan MPPA yang berhasil menggaet investasi dan kerja sama dengan GoTo.

MPPA adalah emiten kedua milik Lippo Group yang meraih peningkatan kapitalisasi pasar terbesar. MPPA adalah cerminan kolaborasi bisnis era digital dengan kepemilikan jaringan penjualan secara konvensional. Kehadiran GoTo ke dalam kepemilikan MPPA membuat kinerja operasional dan finansial terdongkrak.

Menurut John, strategi bisnis MPPA mirip yang terjadi di China, raksasa digital memborong jaringan ritel modern. Terlebih lagi buat Indonesia, transaksi ritel masih lebih dominan dikuasai pasar tradisional dan pasar fisik modern.

“Raksasa digital membutuhkan operasional secara fisik dan kehadiran MPPA kelak memperkuat posisi mereka. Ini tampak dari kinerja operasional dan finansial MPPA yang kembali bergeliat tahun ini,” tegas John.

Adsense

MPPA mencatatkan kapitalisasi pasar Rp 4,3 triliun per 1 Desember dengan harga per saham Rp 565. Nilai itu melesat 557 persen dibandingkan posisi 1 Januari 2021 sebesar Rp 653 miliar, dengan harga per saham Rp 86.

Baca juga : Realisasi Penyaluran BPUM Tahap II Capai 100 Persen

Sedangkan emiten berbasis industri informasi dan telekomunikasi lainnya yang dimiliki Lippo Group menjadi kontributor terbesar peningkatan kapitalisasi pasar.

Misalnya, Mutlipolar Technology (MLPT) yang mulai menggarap jasa layanan komputasi awan (cloud) hingga Link Net (LINK).

John mengaku, momentum perusahaan teknologi ataupun yang masuk dalam ekosistem digital memang sangat menjanjikan. Dia berpendapat, sektor tersebut berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia.

Menurut John, pandemi Covid-19 mengakselerasi penetrasi digital dalam kehidupan dan membentuk pola hidup masyarakat. Indonesia saat ini dalam tren dan jalur yang tepat memanfaatkan momentum tersebut.

“Ekosistem digital semakin matang yang disertai kehadiran banyaknya perusahaan rintisan yang memberikan solusi atas problem masyarakat,” ungkap John

Bagi Lippo Group, di luar sektor digital, masih terdapat perusahaan sektor lainnya yang ikut mengerek peningkatan kapitalisasi pasar Lippo Group. Salah satu yang juga mengesankan adalah Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) yang bergerak di bidang manufaktur otomotif.

John bilang, seiring bergeraknya permintaan otomotif berkat berbagai kebijakan pemulihan ekonomi, LPIN secara perlahan memperbaiki kinerja operasional dan finansial.

Menguatnya pasar otomotif mencerminkan banyak hal. Mulai dari terkendalinya pandemi Covid-19 hingga optimisme pelaku industri.

Baca juga : Peringkat 1 Nasional, Realisasi Investasi Jabar Capai Rp 107 Triliun

Mesin Pertumbuhan

Kendati begitu, John optimistis prospek perekonomian ke depan. Selain sektor di atas, masih terdapat industri properti dan industri kesehatan yang menurut John, merupakan mesin pertumbuhan bagi perekonomian nasional ke depan.

Selama pandemi, industri properti tetap bergeming bahkan tumbuh dari sisi operasional. Kinerja Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menjadi induk lini properti Lippo Group, misalnya, menangguk pertumbuhan pendapatan 44,26 persen menjadi Rp 10,95 triliun sepanjang tiga kuartal tahun ini.

Bahkan, kinerja operasional dan finansial itu membuat emiten properti ini diganjar kenaikan peringkat utang oleh Moody’s Investor Service, dari stabil menjadi positif.

“Bisa dibilang sektor properti selama pandemi justru dipilih menjadi sarana investasi yang fungsional oleh golongan milenial. Ke depan sangat prospektif, mengingat rasio kepemilikan rumah yang masih rendah di Indonesia,” kata John.

Sementara, sektor vital, yakni kesehatan, menurut John, juga salah satu mesin pertumbuhan ekonomi ke depan. Di lingkungan Lippo Group, Siloam International (SILO) yang ikut sibuk membantu penanganan pandemi Covid-19, telah menunjukkan peningkatan kinerja signifikan.

SILO yang agresif membangun jejaring rumah sakit baru, didukung ekosistem kesehatan berkat pasokan sumber daya manusia dari Fakultas Kedokteran dan Keperawatan di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Dalam periode setahun belakangan, SILO berhasil memperbesar kapitalisasi pasar dari Rp 9,2 triliun menjadi Rp 15,2 triliun, atau meningkat 66,2 Persen. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense