Dewan Pers

Dark/Light Mode

Total Ekspor Produk Pertanian Capai Rp 518,8 Triliun

Jumat, 19 Nopember 2021 10:50 WIB
Produk hortikultura bernilai ekspor tinggi/Ist
Produk hortikultura bernilai ekspor tinggi/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian, terutama untuk mendongkrat nilai ekspor. Upaya hilirisasi tersebut membuahkan hasil. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Pusdatin Kementerian Pertanian (Kementan), nilai ekspor produk olahan pertanian pada Januari-Oktober 2021 mencapai Rp 478,48 triliun. Dengan demikian, total produk pertanian segar, nilai ekspornya mencapai Rp 518,85 triliun.

“Kontribusi ekspor produk olahan pertanian nilainya mencapai 92,22 persen dari total keseluruhan ekspor pertanian Indonesia selama Januari – Oktober 2021,” sebut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri pada keterangan pers, Selasa (16/11). 

Berita Terkait : Bank Mandiri Kucurin Kredit Rp 2 Triliun Ke IIF

Menurut Kuntoro, upaya hilirisasi penting dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi produk pertanian yang akan diekspor. Melalui penguatan hilirisasi, diharapkan komoditas yang diekspor tidak lagi berbahan baku, tapi berbentuk produk turunan atau barang jadi. 

“Dengan begitu, produk ekspor kita memiliki nilai lebih tinggi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tercatat nilai ekspor pertanian Januari – Oktober 2021 yang meliputi produk olahan dan segar mencapai Rp 518,85 triliun. Nilai tersebut naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Berita Terkait : Per 12 November 2021, Program PEN Sudah Cair Rp 483 Triliun

“Pada Januari – Oktober 2020, nilai ekspor pertanian kita mencapai Rp352,09 triliun. Jadi, tahun ini kita meningkat hingga 47,37 persen,” papar Kuntoro. 

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, produk pertanian turut mendongkrak kinerja ekspor sektor industri pengolahan pada Oktober 2021. 

“Minyak kelapa sawit tercatat berkontribusi 18,52 persen dan produk-produk kimia dasar organik yang bersumber dari pertanian juga tumbuh 3,74 persen,” ungkap Margo, pada  konferensi pers BPS, Senin (15/11).

Berita Terkait : Naik 35 Persen, Ekspor Industri Pengolahan Tembus Rp 2.041 T

Margo menyebutkan, kinerja ekspor Indonesia memang terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari hingga Oktober tahun ini, Indonesia tercatat membukukan 186,32 miliar dolar AS atau meningkat 41,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. 

“Kinerja nilai ekspor kita lebih baik dari tahun 2019 maupun 2020. Semoga hal ini bisa berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," harap Margo. [KAL]