BREAKING NEWS
 

BTN Salurkan Rp 130,68 Triliun

Permohonan Kredit Rumah Tetap Ngalir Meski Pandemi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 9 Februari 2022 08:15 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo (kedua kanan), Direktur Finance Planning & Treasury, Nofry Rony Poetra (kanan), Direktur Risk Management & Transformation Setiyo Wibowo (kedua kiri), dan Direktur Wholesale Risk & Asset Management Elisabeth Novie Riswanti (kiri), berbincang usai memberikan pemaparan kinerja perseroan tahun 2021, di Jakarta, kemarin. (Foto: AMA RM).

 Sebelumnya 
Wakil Dirut BTN Nixon LP Na pitupulu menambahkan, saat ini BTN memiliki market share untuk KPR subsidi sebesar 82 persen. Angka tersebut menjelaskan, bahwa BTN tetap memimpin di pasar KPR Subsidi yang diberikan oleh pemerintah.

Itu mengapa, kata Nixon, BTN tak khawatir muncul pesaing-pesaing baru dalam penyaluran KPR subsidi. Sebab, bank spesialis pembiayaan properti itu mampu melakukan proses persetujuan maupun Service Level Agreement (SLA) lebih cepat dibanding bank lain. Yakni, dari semula dua minggu, kini lebih cepat lagi, yaitu 3-5 hari.

“Kami masih sangat confident. Masyarakat merasa KPR Subsidi itu ya adanya di BTN. Supaya lebih meyakinkan nasabah, bahwa BTN adalah rumah nya KPR. Dan KPR adalah rumah BTN,” klaim Nixon.

Baca juga : Defend ID Mau Menjadi Pemain Global

Adanya berbagai program menarik mulai dari perpanjangan bebas PPN hingga bunga promo KPR 4,75 persen dan lainnya, diyakini Nixon masih mendorong penyaluran KPR, baik subsidi maupun yang non subsidi, agar tetap tinggi tahun ini.

Adsense

Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengakui, KPR masih menjadi favorit untuk bisnis properti tahun ini, dibandingkan bisnis apartemen yang saat ini masih tertekan.

“Dari kajian yang kami lakukan, di 2022 justru 50 persen lebih orang berminat untuk mengajukan KPR. Sementara 40 persennya membeli kavling, tanah, dan apartemen,” jelas Ali kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Defend ID Mau Jadi Pemain Global

Namun, sambung Ali, meski Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia naik, tetapi harus hati-hati. Pasalnya, PDB masih ditopang oleh belanja negara. Artinya, belanja negara mulai infrastruktur dan lainnya belum berjalan normal. Dan diperkirakan adanya daya beli kuat itu di kuartal II-2022.

“Secara umum, properti tidak akan kehilangan daya tarik untuk dibeli. Tetapi semakin lama, golongan menengah bawah itu semakin tertekan. Dan golongan menengah atas naik,” sebutnya.

Laba Melonjak

Baca juga : Sunarso Patok Kredit Tumbuh Double Digit

Naiknya KPR di BTN, juga mendongkrak kinerja positif sepanjang 2021. BTN meraup kenaikan laba bersih hingga 48,3 persen menjadi Rp 2,37 triliun dibandingkan pada 2020 sebesar Rp 1,6 triliun.

Kenaikan laba bersih BTN ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,66 persen, dari Rp 260,11 triliun pada 2020 menjadi Rp 274,83 triliun pada 2021 (year on year/yoy).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense