BREAKING NEWS
 

BTN Salurkan Rp 130,68 Triliun

Permohonan Kredit Rumah Tetap Ngalir Meski Pandemi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 9 Februari 2022 08:15 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo (kedua kanan), Direktur Finance Planning & Treasury, Nofry Rony Poetra (kanan), Direktur Risk Management & Transformation Setiyo Wibowo (kedua kiri), dan Direktur Wholesale Risk & Asset Management Elisabeth Novie Riswanti (kiri), berbincang usai memberikan pemaparan kinerja perseroan tahun 2021, di Jakarta, kemarin. (Foto: AMA RM).

 Sebelumnya 
Pertumbuhan kredit tersebut disertai dengan penurunan Non Performing Loan (NPL) Gross BTN yang tercatat sebesar 3,70 persen. Atau urun dari 2020 di kisaran 4,37 persen. Adapun NPL Nett juga membaik dari 2,06 persen pada 2020 menjadi 1,20 persen di 2021.

Penyaluran kredit, lanjut Haru, juga berdampak pada pendapatan bunga (Net Interest Income/NII) yang tumbuh sebesar 44,7 persen. Yakni dari Rp 9,10 triliun pada 2020 menjadi Rp 13,20 triliun di tahun 2021.

“Kenaikan NII ini menghasilkan Net Interest Margin (NIM) ke level 3,99 persen pada 2021 di bandingkan 2020 yang baru sekitar 3,06 persen,” rinci Haru.

Baca juga : Defend ID Mau Menjadi Pemain Global

Sementara dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTN sepanjang 2021 mencapai Rp 295,98 triliun, naik 6,03 persen. Dari jumlah DPK tersebut, komposisi dana murah mengalami kenaikan 319 bps (basis poin) dari 41,11 persen menjadi 44,3 persen.

“Hal ini menunjukkan keberhasilan BTN dalam meningkatkan porsi dana murah,” tegas Haru.

Dari sisi kecukupan likuiditas, BTN dalam posisi yang sangat sehat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 92,86 persen. Angka ini lebih baik dari LDR perseroan pada 2018 dan 2019 yang masing-masing sebesar 103,49 persen dan 113,5 persen. “LDR pada 2021 ini merupakan LDR terendah sepanjang lima tahun terakhir,” paparnya.

Baca juga : Defend ID Mau Jadi Pemain Global

Haru menegaskan, likuiditas BTN yang sangat kuat juga dapat dilihat dari Loan Coverage Ratio (LCR) berada di ang ka 283,16 persen. Atau terus meningkat dari periode tahun sebelumnya yakni 256,32 persen (2020), 136,31 persen (2019) dan 108,99 persen (2018).

“Peningkatan LCR menunjukkan semakin baiknya kondisi ketahanan likuiditas BTN. Dan jauh berada di atas ketentuan regulator yang sebesar 100 persen,” kata Haru. Haru melanjutkan, meski NPL mengalami penurunan, BTN tetap menyiapkan pencadangan dana yang lebih besar. Hal ini terbukti dari Coverage Ratio pada 2021 yang mencapai 141,82 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2020 yang sebesar 115,02 persen.

“Kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan telah mendongkrak aset BTN tumbuh 2,95 persen dari Rp 361,20 triliun pada 2020 menjadi Rp 371,86 triliun di 2021,” tutup Haru. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense