BREAKING NEWS
 

Pimpin Ratas, Jokowi Minta Kabinetnya Fokus Genjot Investasi Dan Ekspor

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Rabu, 19 Juni 2019 18:32 WIB
Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/6)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lagi-lagi Jokowi marah karena belum puas terhadap kinerja menterinya. Sudah enam kali rapat, investasi dan ekspor masih saja belum nendang. Kemarahan Jokowi terlihat saat memimpin  Rapat Terbatas (Ratas) di  Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/6). Nada suara kepala negara ini terdengar tinggi saat membuka ratas bersama kabinet kerjanya. 

"Ini rapat keenam. Tolong digarisbawahi, ini adalah rapat yang keenam terkait keinginan saya di awal untuk terobosan kebijakan di bidang investasi, ekspor, dan perpajakan," katanya.

Jokowi menilai, terobosan yang dilakukan selama ini kurang nendang. Harus ada inovasi baru agar proses perizinan investasi semakin cepat."Kegiatan investasi, urusan perizinan, nggak ada tendangannya apa-apa. Apalagi  sampai saat ini investor juga nggak (merasakan dampaknya)," sindirnya. 

Baca juga : Pemimpin Hong Kong Minta Maaf, China Ngotot Dukung Carrie Lam

Jokowi meminta hal ini segera dibenahi. Proses perizinan investasi yang berbelit harus dihilangkan. Sehingga tidak ada lagi laporan dari pelaku usaha susahnya mengurus izin investasi di Indonesia.

Adsense

"Harapan terakhir, saya minta kebijakan yang berkaitan dengan investasi dan ekspor betul-betul konkrit, betul-betul dieksekusi benar-benar. Kita mendengar dari kesulitan-kesulitan dari apa yang dialami oleh pelaku," ujarnya.

Jokowi juga menyinggung nilai investasi dan ekspor Indonesia yang kalah dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Dirinya mewanti-wanti agar Indonesia tidak sampai disalip oleh Laos.

Baca juga : Jokowi Yakin Wisata Waduk Muara Dongkrak Perekonomian Daerah

Selain itu, Jokowi menyebutkan permasalahan ekonomi Indonesia dari dulu adalah defisit neraca perdagangan. Padahal, hal itu bisa diatasi jika ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan pengusaha.

Kabinet Kerja yang hadir, adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Kemudian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Ada juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.[KPJ]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense