BREAKING NEWS
 

Kemenperin Pasang Kuda-kuda Antisipasi Banjir Impor Tekstil Bangladesh

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 7 Maret 2022 18:17 WIB
Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstik Kemenperin, Ignatius Warsito. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) angkat bicara mengenai kekhawatiran industri tektil dan produk tekstil (TPT) terkait perjanjian dagang Indonesia-Bangladesh akan merugikan mereka.

Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstik Kemenperin, Ignatius Warsito mengatakan, pihaknya concern mengantisipasi dampak perjanjian dagang RI-Bangladesh terhadap indutri TPT. Pihaknya sudah bertemu dengan asosiasi tekstil untuk mendengar masukan mereka.

Adsense

Baca juga : Kemenperin Targetkan Subtitusi Impor 35 Persen Bisa Tercapai Tahun Ini

“Kita perlu hati-hati jangan sampai ada yang tersakiti. Apalagi industri TPT banyak IKM,” ujarnya saat diskusi bersama Forum Wartawan Industri (Forwin), Senin (7/3).

Menurut dia, Kemenperin terus meningkatkan industri TPT, di hilir maupun hulu. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan industri tekstil dan meningkatkan daya saing industri tekstil.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Bantuan Tunai Bagi 2,76 Juta PKL Dan Nelayan

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan, terkait dengan perjanjian dagang Indonesia-Bangladesh, pihaknya melakukan review lagi, terutama dari 133 HS. Apalagi, Indonesia-Bangladesh sama-sama bermain dipakain jadi.

“Kami menyisir HS sebagai pertahanan terakhir menghadapi Bangladesh,” ujarnya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense