BREAKING NEWS
 

Perang Rusia-Ukraina Tekan Pasar Uang Global

Kemenkeu Mulai Waswas

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : FAZRY
Selasa, 22 Maret 2022 06:20 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam DBS Asian Insight Conference 2022. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Antara lain, konsumsi masih akan meningkat ditopang adanya tren musiman Ramadan dan Lebaran bulan depan. Selain itu, pelonggaran mobilitas juga akan mendorong aktivitas konsumsi.

Kemudian, aktivitas produksi juga masih melanjutkan perbaikan. Hal itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang masih berada di zona ekspansi selama beberapa bulan terakhir.

“Kami meyakini bahwa dunia usaha melihat ke depan situasi Covid-19 akan terus membaik, sehingga mereka akan meningkatkan intensitas produksi dan penjualannya,” tegasnya.

Baca juga : Sekjen Partai Gelora Sebut Indonesia Terancam Krisis Pangan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, ekonomi Indonesia cukup kuat merespons ketidakpastian yang muncul akibat perang.

“Dalam konteks perekonomian Indonesia, baik neraca pembayaran maupun komposisi ekonomi, saya kira kita relatif tangguh dari konflik ini,” kata Ani-sapaan akrabnya.

Apalagi, kata Ani, kontribusi Rusia ke ekonomi Indonesia relatif kecil, sehingga dampak perang yang memukul ekonomi Rusia sebenarnya tidak signifikan mempengaruhi kondisi domestik.

Baca juga : Perang Rusia-Ukraina Tak Banyak Pengaruhi Perekonomian RI, Ini Faktanya

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2022 tetap berada di kisaran 4,7-5,5 persen walaupun ada konflik Rusia-Ukraina.

Menurutnya, perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga. Dan investasi non bangunan, serta tetap positifnya pertumbuhan konsumsi Pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi domestik masih kuat seiring dengan meredanya penyebaran Covid-19 varian Omicron di tengah meningkatnya risiko geopolitik Rusia-Ukraina,” kata Perry. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense