RM.id Rakyat Merdeka - Dirjen Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika melakukan sidak ke gudang distributor minyak goreng (migor) curah yang ada di Bali.
Putu tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, sekitar pukul 8 malam. Sesampainya di bandara, Putu langsung bergerak ke kawasan Benoa yang ada di Denpasar.
Putu mendatangi gudang migor curah milik PT Sawit Tunggal Arta Raya. Saat datang, gudang sudah terlihat sepi karena malam. Hanya ada keamanan dan operator.
Gudang ini sangat luas. Pagernya berwarna biru. Di dalam gudang terdapat dua tempat penampungan besar. Keduanya tempat tersebut siap bisa menampung 2.400 ton.
Putu yang tampil mengenakan setelan batik cokelat lengan panjang dan celana panjang hitam ini langsung bertanya kepada operator yang ada di gudang soal stok dan kebutuhan migor curah di Bali.
David-nama operatornya-mengatakan, saat ini kebutuhan migor curah di Bali mencapai 115 ton per hari. Sementara, gudang dia bisa menampung mencapai 2.400 ton.
“Saat ini stok tinggal 1.200 ton. Lima hari lagi akan datang lagi 2.400 ton,” ujarnya. “Pasokan migor di pasok dari Musim Mas,” tambahnya.
PT Sawit Tunggal Arta Raya, kata David, migor dari tempatnya akan disalurkan ke-6 distributor yang ada di Klungkung, Tabanan dan Denpasar.
Baca juga : Pemerintah Tidak Panik
Mendengar jawaban itu, Putu mengatakan, stok migor curah aman. Tapi, dia masih, bingung kenapa masih langka dan mahal.
“Dengan jumlah stok yang ada dan kebutuhan migor Bali, seharusnya stok minyak banjir,” ujarnya. David pun ikut mengangguk.
Setelah dari PT Sawit Tunggal Arta Raya, Putu mendatangi PT Sari Agrotama Persada. Bagian Grup Wilmar ini masih ada di kawasan Benoa. Tidak jauh dari tempat pertama.
Kedatangan Putu disambut pejabat PT Sari Agrotama Persada yang datang dari Jakarta. Keduanya membahas stok migor curah. Pihak perusahaan mengatakan, pasokan aman.
Baca juga : KSP Pastikan Kesiapan Fasilitas Pendukung MotoGP Mandalika
Mendengar pasokan migor curah aman di tingkat distributor 1, dia optimis pasokan migor selama Ramadan dan Lebaran bisa terpenuhi. Dia meminta, masyarakat tidak panik.
“Industri juga harus pastikan harga migor curah ke konsumen Rp 14 ribu,” ujarnya.
Hingga pukul 20.00 WITA, sudah ada 56 perusahaan minyak goreng terdaftar atau mendapat nomor registrasi di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) untuk ikut program subsidi minyak goreng curah. Sementara ada 13 perusahaan yang berkasnya masih diproses verifikasi Kemenperin.
Kemenperin menyampaikan, nomor registrasi diperlukan produsen minyak goreng untuk kemudian didata volume bahan baku dan rantai distribusinya hingga tingkat kabupaten/kota. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.