Sebelumnya
Di linimasa Twitter, harga minyak goreng yang tinggi ini masih jadi obrolan. Akun @elinadio menyebut, kemarin-kemarin emak-emak sampai berbaris antre, minyak gorengnya ngumpet. "Sekarang minyak goreng berbaris rapi, emak-emaknya yang nggumpet," ujarnya, sambil menyisipkan emoticon tertawa ngakak.
Kenapa harga migor masih mahal? Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah mengatakan, harga minyak goreng memang akan sulit mencapai level yang ditentukan. Kata dia, adanya larangan ekspor CPO dan turunan, telah menyebabkan over supply. Sementara supply chain hanya dikuasai oleh industri besar.
Baca juga : Pengamat BUMN Dan Pangan: Jangan Sampai Kejadian 98 Terulang
Di sisi lain, industri besar yang sudah kehilangan keuntungan dari larangan ekspor. Karena itu untuk menekan kerugian industri tetap menjual migor di dalam negeri dengan harga yang cukup tinggi.
“Sudah terbukti sejak larangan ekspor CPO dan minyak goreng, harga minyak goreng tidak turun signifikan. Harga minyak goreng tetap mahal," kata Piter, kemarin.
Baca juga : Erick Kesel Banget
Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyampaikan hal serupa. Kata dia, larangan ekspor ternyata membuat pengusaha mengkompensasi kehilangan pendapatan ekspor CPO dengan menaikkan marjin keuntungan minyak goreng di dalam negeri.
Faktor lain yang membuat minyak goreng curah sulit capai HET ialah rantai pasok minyak goreng curah terlalu panjang, bahkan hingga 7 titik distribusi sampai ke level konsumen. Sedangkan, pengawasan minyak goreng curah sangat sulit dibanding dengan minyak goreng kemasan. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.