BREAKING NEWS
 

Dongkrak Daya Saing, Investasi Telkom Di GOTO Diklaim Untung Rp 949 Miliar

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Sabtu, 28 Mei 2022 19:58 WIB
PT Gojek Tokopedia (GOTO) (foto:net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Investasi Telkom melalui Telkomsel di PT Gojek Tokopedia (GOTO) dapat dijadikan modal untuk meningkatkan daya saing perusahaan guna meningkatkan shareholders value atau nilai pemegang saham.

CEO Protemus Capital,  Wiljadi Tan menyebut,  investasi Telkom di GOTO sudah ada untung 949 miliar. Di mana, secara komersial besarnya investasi Telkom di GOTO adalah sebesar USD 150 juta atas konversi CB dan USD 300 juta atas konversi preferred stock option, sehingga total investasi sebesar USD 450 juta equivalent dengan Rp 6,4 trilliun. Ketika dikonversi menjadi saham, Telkom memiliki 89.125 lembar saham atau 23,722,133,875 lembar setelah stock split, sehingga nilai buku investasi adalah sekitar Rp 270 per lembar saham. 

Baca juga : Investasi Telkomsel Cuan Rp 805 Milyar

"Bila menggunakan harga penutupan minggu lalu Rp 302 per lembar, maka investasi Telkom menghasilkan gain sebesar Rp 759 milliar. Bila menggunakan harga pasar sekarang sebesar Rp 310 per lembar per Jumat (27/5) ini pukul 14.00 maka keuntungan lebih besar lagi jadi Rp 949 miliar," kata Wiljadi Tan menyikapi polemik jual beli saham Goto di Jakarta, Jumat (27/5).

Adsense

Menurut Wiljadi Tan, karena pada saat penutupan buku per 31 Desember 2021, pencatatan harus menggunakan nilai wajar dan berdasarkan assessment nilai wajar saat itu adalah Rp 375, maka pencatatan akuntansi harus membukukan gain atas selisihnya sesuai dengan metode FVTPL. Karena sejak awal tahun ini, GOTO telah tercatat di bursa saham Indonesia, maka nilai wajar ditentukan dengan marked to market. 

Baca juga : Punya Potensi Besar, Investasi Di Goto Bukan Untuk Cari Cuan

Harga pasar GOTO masih akan berfluktuasi tergantung banyak faktor. Keuntungan dan kerugian akuntansi juga akan tergantung nilai pasar yang terbentuk.  Namun perlu dipahami bahwa investasi Telkom pada GOTO bukan bertujuan untuk menghasilkan gain jangka pendek. 

Telkom sebagai korporasi teknologi komunikasi bertujuan memperoleh sinergi jangka panjang baik sinergi berupa kenaikan pendapatan maupun peningkatan daya saing.

Baca juga : Investasi Telkomsel di GoTo Dipastikan Dengan Seleksi Ketat

 "Yang lebih penting adalah sinergi berupa competitiveness  atau daya saing. Telkom perlu meleverage budaya kompetisi yang ada di GOTO, untuk dapat menjadikan Telkom, perusahaan teknologi komunikasi tingkat global dengan daya saing tinggi," kata dia

“Ini tujuan strategis Telkom. Sudah saatnya, melakukan transformasi bisnis. Kalau GOTO yang relatif baru berdiri sudah dapat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 358 trilliun, sementara Telkom memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 416 trilliun. Seyogyanya, Telkom perlu meningkatkan daya saingnya sehingga  dapat meningkatkan shareholders value,” tambahnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense