Sebelumnya
Peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, juga menjadi fokus kinerja pemerintah saat ini. Belanja pemerintah diarahkan melalui e-katalog, membeli produk dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan UMKM lokal.
Selain itu, dengan adanya Simbara, peningkatan efisensi pelabuhan melalui integrasi pelabuhan dan penerapan ekosistem logistik nasional dan investasi data center, serta kabel bawah laut untuk mendukung ekonomi digital juga diharapkan dapat menekan korupsi serta biaya. Sehingga, dapat menaikkan penerimaan negara dan meningkatkan industri.
Baca juga : HNW: Indonesia Banyak Bencana, BNPB Harus Diperkuat
Dalam mengatasi pandemi Covid-19, Indonesia telah menunjukkan masalah yang paling kompleks sekalipun dapat diselesaikan. Selama kita bekerja sama dan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan data sebagai dasar kebijakan.
"Selama 8 tahun terakhir, Indonesia telah mentransformasi ekonomi menjadi lebih efisien, lebih maju, dan tidak terlalu bergantung pada komoditas. Hal ini dicapai melalui hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi dan transformasi pedesaan,” beber Luhut.
Baca juga : Kadin-Kejagung Akan Beri Edukasi Hukum Ke Para Pengusaha
Demi mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju dan pusat peradaban kemaritiman pada tahun 2045, Luhut meminta seluruh masyarakat kompak dan bersatu memfokuskan pemikiran. Serta berupaya untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
"Peran swasta dan industri melalui KADIN, akan sangat besar. Untuk itu, saya berharap KADIN dapat semakin profesional, turut membantu proses pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia. Demi terwujudnya Indonesia Maju,” pungkas Luhut. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.