BREAKING NEWS
 

BTN Pede Sekuritisasi Aset KPR Tekan Backlog

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 12 Juli 2022 07:30 WIB
Road to G20-Securitization Summit 2022, di Jakarta, Rabu (6/7). (Foto: Dok. Humas BTN).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendukung langkah Pemerintah mendorong sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Langkah ini diyakni mampu menekan backlog (angka kekurangan) perumahan di Tanah Air.

BTN memandang perbankan membutuhkan insentif agar bisa maksimal dalam melaksanaan rencana sekuritisasi aset KPR.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menilai, sejauh ini peran Pemerintah cukup baik dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat.

Baca juga : Sidak Ke Pulau Seribu, Ketua DPRD DKI Temukan Helipad Ilegal

Khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti dengan memberikan subsidi bagi MBR yang nilainya hingga saat ini telah mencapai Rp 85,7 triliun.

Meski begitu, untuk mengakselerasi serta memaksimalkannya, menurut Haru, masih dibutuhkan upaya yang lebih ekstra dalam pelaksanaan sekuritisasi tersebut.

“Dibutuhkan insentif bagi bank secara umum, agar lebih maksimal dalam menyalurkan pembiayaan perumahan, termasuk di dalamnya soal pendanaan,” ujar Haru dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : PAN Pede, Zulhas Bisa Sukses Turunkan Harga Minyak Goreng Cs

Kebijakan terkait sekuritisasi aset, sambung Haru, harus memberikan keuntungan dan insentif yang baik bagi bank. Misalnya relaksasi atas pengenaan pajak. Kebijakan ini agar perbankan dapat lebih berminat di dalam melakukan sekuritisasi, baik sebagai originator maupun investor. Serta kemungkinan perluasan segmen KPR yang dapat dijadikan sebagai underlying.

“Dengan demikian, sekuritisasi aset akan semakin berkembang ke depannya. Pembangunan dan kepemilikan rumah pun akan semakin baik sehingga diharapkan jumlah backlog terus berkurang secara signifikan,” kata Haru.

Penjelasan Haru itu menanggapi pernyataan Menteri Ke[1]uangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Road to G20-Securitization Summit 2022, di Jakarta, Rabu (6/7).

Baca juga : Tim Pembina Samsat Nasional Rekonsiliasi Data Kendaraan Bermotor

Menurut Sri Mulyani, masyarakat akan semakin sulit memiliki rumah di tengah tren kenaikan suku bunga acuan. Inflasi mulai naik di beberapa negara sehingga pada akhirnya dapat berdampak pada tingginya suku bunga di sektor perumahan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense