Sebelumnya
Dari sisi kredit konsumer, Novita mengatakan, BNI mampu mencetak kinerja positif di bisnis kredit payroll dengan pertumbuhan 19,6 persen menjadi Rp 39,1 triliun. Sedangkan kredit kepemilikan rumah, tumbuh 7,6 persen menjadi Rp 51,2 triliun.
Dengan semakin kuatnya potensi pertumbuhan debitur green banking, BNI optimistis, pertumbuhan kredit sampai akhir 2002 mencapai 7-10 persen tahun ini.
Baca juga : BTN Salurkan Kredit Investasi Ke 10.000 FKTP Senilai Rp 2 T
CASA
Kinerja penghimpunan dana masyarakat juga tetap kuat dengan nilai dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 691,84 triliun. Atau naik 7,0 persen dibanding tahun lalu.
Baca juga : Langkah BUMN Diramal Dongkrak Minat Investasi
Dana murah (CASA) mendominasi total DPK BNI, dengan cakupan 69,2 persen.
Penyumbang terbesar CASA adalah nasabah tabungan yang aktif bertransaksi melalui aplikasi BNI Mobile Banking dan giro dari nasabah pengguna cash management services pada BNI Direct.
Baca juga : Berkat Dukungan KPK, PLN Berhasil Sertifikasi 70 Persen Asetnya
“Per Juni 2022, pengguna BNI Mobile Banking berkontribusi terhadap 59,2 persen tabungan. Sebanyak 92 persen dana giro dikontribusikan oleh pengguna layanan cash management,” ungkap Royke. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.