Sebelumnya
“Dalam situasi serba sulit ini, harus diakui tidak sedikit industri migas dunia yang justru mengalami kerugian. Jadi, Pertamina memang layak diapresiasi.” ucap Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Lebih jauh ia mengatakan, prestasi Pertamina perlu diikuti oleh BUMN lainnya. Menurut Bhima, ada beberapa BUMN lain yang juga layak mengekor keberhasilan Pertamina.
Baca juga : Gelar Musik Metal Di Solo, Gibran Bagikan Playlist di Langit
“Potensi besar juga ada di BUMN sektor perbankan. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) punya peluang untuk masuk daftar Fortune Global 500,” ujarnya.
Hal itu berdasarkan kredit perbankan di Indonesia yang cukup besar, karena ada potensi 180 juta orang yang belum mendapat layanan keuangan formal.
Selanjutnya, BUMN sektor telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pun dianggapnya layak masuk daftar tersebut. Ini berdasarkan pendapatan tahunan perusahaan.
Bhima menyebut, jasa sektor telekomunikasi melesat tajam saat pandemi Covid-19. Hal tersebut didukung oleh penggunaan internet di dalam negeri. Di mana pada 2020 Indonesia mencatatkan pengguna internet mencapai 202,6 juta pengguna aktif atau tumbuh 15,5 persen.
Baca juga : PKP Makin Semangat Tatap Pemilu 2024
“Di sektor energi dan kelistrikan PT PLN (Persero) juga berpotensi masuk Fortune Global 500. Karena perusahaan peringkat dua yang masuk Global 500 saja ada State Grid Corporation of China atau perusahaan BUMN penyedia layanan listrik,” sebut Bhima.
Sepanjang tahun 2021, PLN mencatatkan total aset sekitar Rp 1.613 triliun. Jumlah itu meningkat dibandingkan lima tahun lalu yang berada di kisaran Rp 1.314 triliun. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.