Dark/Light Mode

Dalam Pertemuan 22nd SOMTC

BNPT Ingatkan Munculnya Modus Operandi Baru Teroris Pasca Pandemi

Rabu, 20 Juli 2022 21:25 WIB
Deputi Kerjasama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto memimpin Delegasi Indonesia terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022 dalam sidang (plenary) pertemuan The 22nd ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (22nd SOMTC) secara virtual. (Foto: Humas BNPT)
Deputi Kerjasama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto memimpin Delegasi Indonesia terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022 dalam sidang (plenary) pertemuan The 22nd ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (22nd SOMTC) secara virtual. (Foto: Humas BNPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedeputian Kerjasama Internasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berperan aktif dalam mendorong kerja sama regional di Kawasan Asia Tenggara.

Salah satu peran aktif tersebut diwujudkan ketika Deputi Kerjasama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto memimpin Delegasi Indonesia terkait Kejahatan Lintas Negara (SOMTC) untuk periode tahun 2022 dalam sidang (plenary) pertemuan “The 22nd ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime” (22nd SOMTC) secara virtual.

Andhika menyatakan, era new normal setelah pandemi membutuhkan perhatian khusus. Mengingat, penyesuaian regulasi serta tahapan pemulihan ekonomi di kawasan berdampak pada perputaran uang, komoditi, dan pergerakan individu antar negara. Termasuk, high risk travelers hingga teroris.

Baca juga : Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Jadi Solusi Krisis Pangan Dan Energi Dunia

Selain itu, maraknya ancaman serangan siber dan penyalahgunaan internet untuk tujuan terorisme, serta radikalisasi dan perekrutan online, menuntut kita untuk terus meningkatkan upaya penanggulangan terorisme, yang secara tidak langsung memicu modus operandi baru bagi pelaku teroris dalam beroperasi.

"Hal ini berujung pada kebutuhan akan komitmen dan kerjasama yang kuat antar negara di kawasan dalam menghadapi kejahatan lintas negara di era New Normal, demi terwujudnya upaya penumpasan kejahatan yang maksimal," kata Andhika, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (20/7).

Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini diperkuat oleh perwakilan dari Satuan Kerja Internal Polri selaku Sekretariat SOMTC Indonesia, dan kementerian/lembaga terkait lainnya.

Baca juga : Gelar Table Manner, Undira Tingkatkan Lulusannya Berstandar Internasional

Di antaranya, Kemenkopolhukam, Kemenlu, Kemenkumham, Kemenhub, Kemenkeu, Kemenkominfo, Kemnaker, BSSN, BNN, BP2MI, BNPP, PPATK, Kejagung, Bakamla, KLHK, KKP, KPPPA dan LPSK.

Pertemuan dipimpin Jenderal Polisi Por Phak, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan seluruh Negara ASEAN, serta ASEAN Sekretariat.

Pertemuan ini menjadi platform bagi para pejabat senior di ASEAN untuk saling bertukar informasi dan praktik baik dalam memperkuat upaya bersama dalam penanganan kejahatan lintas batas negara, untuk mencapai tujuan bersama mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang aman, damai dan sejahtera.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.