Sebelumnya
“Kedua, GNPIP harus dimaknai bersama sebagai upaya pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional,” ucap Perry.
Dan ketiga, GNPIP akan terus diperkuat dengan mengoptimalkan anggaran pemerintah untuk subsidi ongkos angkut, operasi pasar dan juga perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD).
Menyikapi pentingnya sinergi pengendalian inflasi, Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie O.F.P mendorong Pemerintah dan BI untuk terus melakukan langkah nyata antisipasi dan mitigasi risiko dari tren kenaikan inflasi melalui berbagai dukungan kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Baca juga : HUT Ke-77 RI, Puan Ajak Seluruh Anak Bangsa Bangun Kekuatan Nasional
Menurutnya, langkah bersama pengendalian inflasi pangan membutuhkan upaya ekstra agar inflasi dapat sesuai dengan sasaran dan kolaborasi bersama dalam pengendalian inflasi ini berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi yang optimal dan mensejahterahkan masyarakat.
“Kerja keras dan usaha bersama harus diperkuat dalam pengendalian inflasi ke depan. Mari kita capai tujuan bersama menjaga kestabilan harga & kesejahteraan masyarakat," tegas Dolfie.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mendukung upaya pengendalian inflasi salah satunya melalui operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga.
Baca juga : Kominfo Ajak Semua Lapisan Masyarakat Paham Literasi Digital
Upaya pengendalian inflasi pangan di wilayah Solo Raya diwujudkan melalui implementasi tiga program unggulan, yaitu perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), gerakan urban farming, dan program Dedikasi untuk Negeri dalam mendorong inovasi penerapan digitalisasi dan modernisasi pertanian.
Pertama, perluasan KAD baik dengan skema government to government (G to G) maupun business to business (B to B) dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kedua, inisiasi Gerakan Urban Farming Merdeka 77K melalui penyerahan bantuan berupa 77.000 tanaman cabai kepada rumah tangga melalui Tim Penggerak PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT), Aparatur Sipil Negara (ASN), Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), serta mengikutsertakan peran Tentara Negara Indonesia (TNI) melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Solo Raya.
Baca juga : Gotong Royong Membangun Masa Depan Investasi Hijau Di Indonesia
Ketiga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo juga turut menyampaikan Program Dedikasi untuk Negeri sebagai dukungan peningkatan produktivitas pertanian melalui modernisasi dan digitalisasi pertanian.
“Ketiga program unggulan tersebut diharapkan akan mengakselerasi terbentuknya ketahanan pangan daerah dan nasional, serta berkontribusi pada pengendalian inflasi pangan,” ujar Gibran. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.