BREAKING NEWS
 

Pertemuan Lanjutan Siap Digelar

IPEF Ministerial Meeting Resmi Ditutup, Manfaatnya Nyata Bagi RI Dan Kawasan Indo-Pasifik

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 10 September 2022 16:23 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Dubes USTR Katherine Tai dan Menteri Perindustrian Agus Gumilang Kartasasmita dalam pertemuan IPEF Ministerial Meeting di Los Angeles, Amerika Serikat. (Foto: Humas Ekon)

 Sebelumnya 
Sejalan dengan Dubes USTR, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan terjadinya disrupsi pada rantai pasok (supply chain disruption), yang menjadi tantangan terbesar bagi sejumlah negara.

Adsense

”Disrupsi karena Covid-19 pada rantai pasok, kita manfaatkan menjadi sebuah kesempatan (opportunity) untuk memperbaiki mekanisme menjadi lebih transparan. Dengan pemetaan masalah yang lebih baik, untuk menghasilkan solusi yang lebih konkret," jelas Menko Airlangga.

Muara dari seluruh fokus dalam pembahasan, pada akhirnya terkait dengan manusia atau pekerja. Sedangkan perdagangan adalah platform yang memberikan kesempatan konkret, agar dapat memberikan solusi nyata bagi pekerja.

IPEF dapat menjadi forum yang menyamakan level ‘playing field’ bagi perusahaan (sektor privat) di negara partisipan IPEF. Baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar.

Kerangka kerja IPEF akan berfokus pada empat pilar utama, untuk membangun komitmen berstandar tinggi, yang akan memperdalam keterlibatan ekonomi di kawasan. Berikut rinciannya:

Pilar I: Perdagangan

Baca juga : IPEF, Jalan Baru Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Di Kawasan Indo-Pasifik

Dalam hal ini, partner IPEF sepakat mewujudkan prinsip ketahanan, keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan cakupan pembahasan pada isu ekonomi digital, pertanian, lingkungan, sumber daya manusia dan penerapan transparasi serta good regulatory practices.

Pilar II: Rantai Pasok

Masing-masing negara sepakat berkoordinasi secara intensif dalam memitigasi disrupsi, serta mengamankan produk-produk esensial. Demi memastikan arah pertumbuhan ekonomi yang positif.

Pilar III: Energi Hijau

Setiap negara bekerja sama untuk memperluas kesempatan investasi zero-emission good and services, mendorong inovasi teknologi, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Melalui pemanfaatan energi hijau yang melimpah, namun belum secara maksimal digunakan.

Pilar IV: Fair Economy

Masing-masing negara sepakat memberantas korupsi, penghindaran pajak, dan meningkatkan transparasi dalam berbisnis. Sehingga, tercipta iklim investasi dan perdagangan yang lebih favorable.

Baca juga : Pertemuan Bilateral, Mendikbudristek Optimistis Kerja Sama Nyata Dengan Negara-Negara G20

Menko Airlangga menyambut baik konklusi yang disampaikan oleh para partisipan atau partner IPEF, dalam acara penutupan IPEF-MM.

"Pemerintah Indonesia menghargai nilai-nilai keadilan, inklusivitas, transparansi, dan akuntabilitas berdasarkan pertimbangan yang telah disepakati pada mekanisme multilateral,” ujar Menko Airlangga.

Pembahasan terkait ekonomi yang adil, perlu terus dilakukan untuk mendorong implementasi yang lebih adil pada bidang perdagangan dan investasi. Serta harus bersinergi dengan sistem perpajakan nasional dan mekanisme anti korupsi, untuk mempercepat pencapaian ekonomi yang adil.

Sementara pengembangan ekonomi bersih yang juga dibahas dalam IPEF, difokuskan pada upaya-upaya inovatif untuk mengantisipasi dampak dari perubahan iklim.

Perubahan penggunaan energi ke energi terbarukan, membutuhkan pendanaan internasional.

Terkait hal ini, Menko Airlangga mengatakan, dalam membiayai pembangunan berkelanjutan atau SDG, Pemerintah Indonesia menerapkan strategi blended finance untuk memobilisasi dana publik dan swasta, melalui struktur pembiayaan yang inovatif. Dengan mendorong keterlibatan seluruh pihak, baik yang dari swasta maupun dari institusi pemerintah.

Baca juga : Mendag Lakukan Pertemuan Bilateral Saat Ministerial Council Meeting Di Paris

Isu lainnya mencakup mekanisme transisi energi, dekarbonisasi, penggunaan lahan yang lebih berkelanjutan, inovasi untuk menghilangkan karbon, insentif untuk investasi rendah karbon agar tercapai ekonomi bersih dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Salah satu hasil pertemuan Menko Airlangga dan Menteri Raimondo adalah kesepakatan untuk segera menindaklanjuti berbagai langkah konkret dari upaya mendorong keempat pilar IPEF, pada level teknis.

"Saya bersama Mendag AS sepakat untuk terus mengintensifkan diskusi teknis, dan mendorong deliverable yang konkret dalam waktu singkat. Rencananya, pada bulan Oktober ini, kami akan bertemu lagi untuk membahas tindak lanjutnya," pungkas Menko Airlangga. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense